Selasa, 20 Februari 2018

MUHAMMAD DAN AL QUR'AN ITU SUDAH BENAR

Tak ada yang salah dengan Al Qur'an dan Muhammad. Keduanya adalah kebenaran yang bisa dipercayai.

Al Qur'an dan Muhammad menyebut ISA sebagai "al Masih" itu sesuai dengan Injil;

Mat. 16:16Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

"Masih" itu bahasa Arab, "Mesias" itu bahasa Indonesia, "Mashia" itu bahasa Ibrani, "Messiah" itu bahasa Inggris, yang artinya adalah JURUSELAMAT. Sedangkan untuk Muhammad diberikan gelar "Shalallaahu 'Alayhi Wasallam", disingkat: Muhammad SAW, yang artinya: "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya". Tentu saja itu sesuai dengan pengakuan beliau yang tidak tahu apa-apa tentang nasibnya;

QS. 46:9:    Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu.

Itu sebabnya kaum Muslim diminta mendoakan keselamatan dan kebahagiaan untuknya;

QS. 33:56:   Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya

ISA seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat;

QS. 3:45:    'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)

Dan itu sesuai dengan pernyataan Injil;

Wahyu 5:12katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"

Arti "terkemuka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah yang paling unggul. Maka jika ISA yang paling unggul, Muhammad bukanlah yang terkemuka. Dan itu sesuai dengan pengakuan Muhammad sendiri;
 

HSB 1501:   “Saya yang lebih dekat dengan ISA anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedangkan agamanya satu.”

Kalimat itu secara jelas menempatkan ISA sebagai pokok pembicaraan, sedangkan Muhammad sebagai yang diikutkan ke ISA. Muhammad yang ikut ke ISA, bukan ISA yang ikut Muhammad.

ISA adalah Kebenaran;

QS. 19:34:     Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

Tentunya itu sesuai dengan pernyataan YESUS sendiri;

Yohanes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

ISA Jalan yang lurus(Siratal Mustaqim);

QS. 43:61:    Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

Jangan ragu-ragu tentang kiamat, jangan ragu-ragu pada ISA al MASIH. Ikutilah aku, ikutilah perkataan Muhammad itu, maka itulah jalan yang lurus. Sebab di hari kiamat ISA akan datang sebagai hakim yang adil;


Buku Al Bukhari, jilid 4, halaman 205:  “Muhammed berkata: Dengan nama ALLAH, yang memelihara jiwaku, sesungguhnya YESUS anak Maryam akan segera datang sebagai hakim yang benar.”
 

HSM 127: “Demi ALLAH yang jiwaku di tanganNYA, sesungguhnya telah dekat masanya ISA anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil.”

Dan itu sesuai dengan Injil;

Yoh. 5:22Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

Dan manakala Muhammad berkata bahwa ISA mengabarkan tentang dirinya;

QS. 61:6:  Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."

Al Qur'an memberikan jalan keluar;

QS. 10:94:   Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Jika ada isi Al Qur'an yang meragukan kita disuruh menengok ke Injil, apa benar ada perkataan YESUS yang mengabarkan tentang kedatangan Muhammad? Maka jika di Injil tidak ada, itu artinya ayat Al Qur'an itu tidak benar. Nah, silahkan dicari di Injil, ada atau tidak perkataan itu.

Jadi, Al Qur'an memberikan solusi jika kita mengalami kebuntuan dari Al Qur'an kita bisa lari ke Alkitab yang merupakan sumber kebenaran;

QS. 11:17:  dan sebelum Al Qur'an itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat?

Maksudnya, jika benar, ya sudah, jika tidak benar, pergunakan Alkitab. Artinya, semua ayat dalam Al Qur'an boleh kita terima sebab jika ada yang salah boleh diafkir dan digantikan dengan yang dari Alkitab.  Salah atau benar Al Qur'an: "Yes". Al Qur'an itu fleksibel sekali; boleh dipakai boleh tidak dipakai. Berbeda dengan Alkitab yang dinyatakan sebagai kitab pengontrol;

2Tim. 3:16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

 Hasil gambar untuk gambar pengawas

Tidak ada komentar: