Minggu, 18 Februari 2018

AGAMA ISLAM DAN FUNGSINYA

Saya mengajak anda mengenali Islam dalam bentuk yang asli dan yang sebenarnya berdasarkan sumber sejatinya yaitu: Al Qur'an, supaya anda tidak dibingungkan dengan Islam dalam kenyataannya yang bermacam-macam aliran yang satu sama lain saling bertentangan. Ada Islam yang suka damai, ada Islam yang suka ribut. Ada Islam yang merusakkan gereja, ada Islam yang membersihkan gereja yang dirusak. Ada Islam yang mengutuk Kristen tapi ada juga Islam yang mengutuk Islam lainnya.

Yang pertama-tama kita perlu jeli untuk membedakan arti Islam dengan Islam sebagai nama agama. Sebagai gambaran adalah nama orang "Selamet". "Selamet" itu artinya adalah selamat. Di sini ada perbedaan antara arti dan nama orang. Sebagai arti "selamet" itu tidak mungkin celaka. Tapi orang yang bernama Selamet bisa celaka. Ada toko namanya: "Untung". "Untung" artinya tidak rugi. Tapi toko "Untung" bisa bangkrut. Sebab itu hanya sebuah nama.

Menurut Wikipedia, Islam itu artinya adalah penyerahan diri kepada TUHAN. Jika berdasarkan artinya, maka semua orang yang berserah diri kepada TUHAN adalah orang Islam, termasuk saya yang agamanya Kristen adalah orang Islam, sebab saya berserah diri kepada TUHAN, sekalipun TUHAN saya YESUS. Tapi ketika Islam dipakai sebagai nama suatu agama, maka itu akan menunjuk pada segolongan orang yang berpegang pada kitab Al Qur'an, yang bernabi Muhammad.

Di mana kebenarannya? Kebenarannya jelas pada pengertiannya, yaitu berserah diri kepada TUHAN, bukan pada Islam agama. Islam agama belum tentu Islam, tapi orang yang berserah diri kepada TUHAN pasti Islam.

QS. 22:78:  Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu

Al Qur'an mengakui adanya agama terdahulu yakni agama Yahudi dan Nasrani, sebelum lahirnya Muhammad. Agama Yahudi ada 400 tahun setelah zaman Ibrahim, sedangkan agama Nasrani ada 2.000 tahun setelah zaman Ibrahim, sementara dikatakan agama Ibrahim adalah Islam. Karena itu agama Yahudi dan Nasrani juga termasuk Islam. Baik Yahudi, Kristen dan Islam = Islam. Agama yang satu;

HSB 1501: Semua nabi-nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya berlainan sedangkan agamanya satu.

QS. 2:136:   Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

QS. 21:92:  Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

Agama Islam itu satu, dimulai dari Ibrahim, Yahudi, Nasrani dan Muhammad, semuanya adalah agama Islam. Satu TUHAN, yaitu ALLAH yang Mahaesa, satu agama, yaitu Islam. Karena itu pengikut Muhammad yang memusuhi Yahudi dan Kristen harus dikeluarkan dari percaturan Islam. Mereka bukan Islam berdasarkan Al Qur'an. Islam bukan agama kesempitan kata QS. 22:78, tapi mereka telah menyempitkannya menjadi agamanya Muhammad saja.

QS. 2:62:  Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak perlu dikuatirkan. Jelas tidak boleh diharamkan dan dicap kafir. Mereka dijamin bisa masuk sorga. Mereka berdiri sejajar dengan pengikut Muhammad. Yang boleh diperangi atau dimusuhi oleh pengikut Muhammad adalah siapa saja yang memerangi atau memusuhi pengikut Muhammad;

QS. 2:190:  Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

QS. 3:19:   Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab.

Hanya agama Islam yang diridhai di sisi ALLAH, dan itu adalah agama Yahudi dan Nasrani juga. Dari pengertian Islam, yaitu berserah diri pada TUHAN, itu kemudian dijadikan nama agamanya Muhammad;

QS. 5:3:   Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Firman itu disampaikan kepada orang-orang Arab, pengikut Muhammad, bahwa untuk bangsa Arab ALLAH sediakan wadah keagamaan dibawah pimpinan kenabian Muhammad dan agama itu dinamakan Islam. Kalau Yahudi dan Nasrani merupakan agamanya Ishaq, anak Ibrahim dari Sara, Islam merupakan agamanya Ismael, anak Ibrahim dari Hagar. Tapi kesemuanya itu adalah satu Islam; Islam Yahudi dan Islam Arab, sama-sama Islamnya. Kalau istilah perkantorannya adalah kantor cabang. Nah, Islam Arab itu merupakan cabang dari Islam Yahudi, sebab Yahudi sudah ada sebelum Islam Arab.

QS. 42:7:  Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya

Islam Arab adalah untuk bangsa Arab, Islam Yahudi(agama Yahudi) untuk bangsa Yahudi. Setiap bangsa ada rasulnya sendiri-sendiri;

QS. 10:47:  Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka

Lalu apa maksudnya Islam cabang Arab ini diadakan?

QS. 2:91:  sedang Al Qur'an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka.

Al Qur'an dan Muhammad itu memberitahukan kepada bangsa Arab, bahwa agama Yahudi dan Nasrani itu agama-agama yang benar. Bangsa Arab jangan lagi memusuhi mereka.

QS. 5:68:  Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, dan Injil, yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu".

Orang beragama, yaitu orang Islam yang benar adalah yang menegakkan Taurat dan Injil. Kalau hanya Taurat saja masih belum lengkap. Harus ditambah dengan Injil, dan itu adalah agama Nasrani saja yang berpegang pada Taurat dan Injil. Jadi, salah satu fungsi Al Qur'an adalah menyatakan agama yang sempurna itu adalah Kristen. Para pengikut Muhammad wajib berpegang pada Taurat dan Injil atau Alkitab;

QS. 2:177:  akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi

Al Qur'an itu berada di dalam Alkitab, bukan Alkitab yang di dalam Al Qur'an. Tidaklah benar jika orang berkata Taurat dan Injil ada di Al Qur'an. Yang benar adalah Al Qur'an itu anaknya Alkitab;

QS. 26:196:  Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.

QS. 11:17:  dan sebelum Al Qur'an itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat

QS. 10:94:  Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.

QS. 30:47:  Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup),

QS. 43:4:  Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

Berikutnya, fungsi Al Qur'an dan Muhammad itu hanyalah mengingatkan tentang Alkitab;

QS. 7:184:  Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.

Al Qur'an sendiri berdasarkan artinya adalah sebuah bacaan, sebuah kitab yang wajib dibaca oleh para pengikut Muhammad agar mereka mengerti tentang kebenaran Alkitab dan kebenaran umat Yahudi dan Nasrani. Karena itu jika kita sudah ingat dan tahu akan kebenaran Alkitab, kita tidak perlu membaca Al Qur'an. Berpegang pada Taurat dan Injil saja sudah mencukupi, sudah memenuhi syarat untuk disebut orang beragama yang diridhai di sisi ALLAH.

Orang boleh meragukan Al Qur'an tapi jangan sampai meragukan Alkitab. Orang boleh tidak membaca Al Qur'an tapi jangan sampai tidak membaca Alkitab.

QS. 10:94:  Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Image result for gambar al qur'an

Sabtu, 17 Februari 2018

TAPI APA YANG KAMU YAKINI?

Judulnya sengaja saya bikin agak aneh dengan kata-kata: "Tapi". Okey, abaikanlah itu. Sebab semua orang menyetujui begitu saja ketika agama dijadikan sebuah keyakinan yang tidak bisa diganggu gugat, dimasukkan ke wilayah privacy, dipaketkan menjadi satu dengan hobby. Agama disamakan dengan hobby yang konsepnya: "suka-sukaku". Kamu suka mancing, aku suka sepakbola, hobby kita memang berbeda tapi sama-sama bisa menyenangkan hati. Agamamu Islam, agamaku Kristen, agama kita memang berbeda tapi sama-sama mengajarkan kebaikan.

Dasar hukumnya memang ada yaitu: UUD 1945, pasal 28:

“Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”


Di abad 17, ketika di Eropa diguncang oleh pemaksaan keagamaan Roma Katolik, banyak orang-orang di sana yang keluar meninggalkan Eropa, menuju ke dunia baru, yakni Amerika Serikat. Sejarah mencatat pelayaran kapal Mayflower, 1620, yang mengangkut kaum separatis Inggris ke Plymouth, Massachusetts. Di dunia baru Amerika Serikat itulah mulai ditanamkannya benih kebebasan dan hak asasi manusia, yang di tahun 1941 digaungkan kembali oleh presiden Franklin D. Roosevelt, tentang empat kebebasan yang diantaranya adalah Freedom of Religion atau kebebasan beragama.

Setiap orang diberikan kebebasan memilih agamanya. Agama adalah pilihan pribadi berdasarkan pada keyakinannya. Dari pada perang melawan orang Hindu atau Buddha, atau Islam atau Kristen, lebih baik berdamai dalam agama masing-masing. 

"Untukmulah agamamu, untukkulah agamaku" kata Muhammad; QS. 109:6.

Al Qur'an, Amerika Serikat dan Indonesia, menyerahkan agama sebagai pilihan masing-masing orang, yang harus dihormati. Saya tidak menentang di situ. Saya tidak suka perang, tidak suka kekerasan, benci dengan pemaksaan kehendak. Tapi saya hanya perlu mengingatkan dalam bentuk pertanyaan. Jika agama adalah keyakinanmu, maka pertanyaan saya adalah: memangnya apa yang kamu yakini itu?

Sebab para orangtua kaum teroris pasti berkeyakinan yang kuat kalau anak-anak mereka adalah anak-anak yang baik yang tidak mungkin terlibat terorisme. Keyakinan mereka di level "tidak mungkin" alias "mustahil". Tapi, sebaliknya, pihak kepolisian mempunyai keyakinan juga yang memastikan 100% "mungkin" dan "akurat" berdasarkan pembuktian. Dua keyakinan itu beradu, dan nyatanya keyakinan orangtua yang justru memiliki kedekatan hubungan dengan anaknyalah yang kalah, yang tidak benar. Pihak polisi yang tidak kenal-mengenal justru yang keyakinannya ampuh.

Di bidang agama ada banyak keyakinan. Ada keyakinan Islam, ada keyakinan Kristen, ada keyakinan Hindu, ada keyakinan Buddha, dan lain-lainnya. Ada yang yakin pada Awloh, ada yang yakin pada Yesus trinitas, ada yang yakin pada patung Buddha dan ada yang yakin pada dewa Syiwa. Yang yakin pada Awloh mengejek pada keyakinan Kristen yang menyembah manusia Yesus. Yang yakin pada Yesus mengejek pada keyakinan Buddha yang menyembah patung. Begitu seterusnya, satu sama lain saling mengejek.

Semua agama itu disebut keyakinan. Tapi apakah semua keyakinan itu sama-sama benarnya? Semua orang merasa benar dengan keyakinannya. Tapi apakah kebenaran itu benar-benar benar? Perlu atau tidak untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki, kebenaran yang sejati, kebenaran yang tidak menipu, kebenaran yang berdasarkan bukti, kebenaran yang versi polisi?


Bagi saya, saya tidak mau memegang kebenaran yang semu, kebenaran yang tidak jelas, kebenaran yang palsu. Saya harus pastikan bahwa kebenaran saya adalah yang benar-benar benar.

Bukankah kasus-kasus penipuan yang marak sekarang ini kebanyakan didukung oleh sebuah keyakinan yang ternyata salah?! Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi, kasus First Travel, kasus petugas PLN gadungan, dan lain-lainnya.

Oh, jangan-jangan keyakinanku atau keyakinanmu ada yang salah?

Image result for gambar agama-agama

Senin, 12 Februari 2018

HIDUP UNTUK APA DAN APA UNTUK HIDUP?

TUHAN PENCIPTA melahirkan kita dalam posisi yang sangat netral, yaitu dimulai dari tak tahu apapun. Tak tahu diri sendiri, tak tahu papa-mama, tak tahu teman, tak tahu tetangga, tak tahu setan, tak tahu malaikat, bahkan tak tahu TUHAN. Kita bagaikan kaset atau CD kosong;


Hasil gambar untuk gambar bayi


Ketika Firman TUHAN belum sampai ke telinga kita untuk memberikan suatu nama untuk kita;

Kej. 17:5Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Orangtua kita mendahului TUHAN memberikan nama untuk kita: Muhammad Petrus Shiwa Gautama Ahoker. Dan ketika Firman TUHAN belum sampai ke telinga kita untuk memberitahukan bahwa kita ini adalah anak-anakNYA;

1Yoh. 3:1Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Seorang perempuan mengajari kita menyebutnya: "Mama" dan seorang laki-laki mengajari kita menyebutnya: "Papa". Ketika Firman TUHAN belum sampai mengajari kita untuk takut padaNYA;

Yos. 24:14Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

Orangtua mendahului TUHAN menakut-nakuti kita sehingga kita menjadi anak yang berdharma-bhakti pada mereka, bukan pada TUHAN. Dan ketika Firman TUHAN belum sampai mengajari kita tentang jalanNYA;

Mzm. 95:10Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: "Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku."

Orangtua sudah mendahului TUHAN untuk mengajarkan ajaran Islam, Kristen, Hindu, Buddha dan Khong Hu Chu. Maka jadilah kita anak-anak yang menerima agama warisan. Yang seorang berkata TUHAN itu Awloh, yang seorang berkata ALLAH itu trinitas, yang seorang berkata allah itu dewa, dan lain-lainnya. Dan ketika kita menginjak dewasa, tibalah kita pada suatu pertanyaan: "Kita hidup untuk apa dan apa yang untuk hidup?"

Namun ajaran-ajaran duniawi telah membentuk kita menjadi orang yang hidup untuk uang dan uang untuk hidup. Padahal ajaran TUHAN bukanlah seperti itu;

Yes. 43:7semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Neh. 9:6"Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu.

Dalam Al Qur'an dikatakan: “Sesungguhnya kami adalah milik ALLAH dan kepadaNYA-lah kami kembali.”

- QS. 2:156.(Inna Lillahi Wa inna ilahi raji’un)


Kita dilahirkan untuk TUHAN dan TUHANlah untuk hidup kita. Bukan uang! Baik yang Islam, baik yang Kristen, baik yang Hindu, baik yang Buddha, dan baik yang Khong Hu Chu, sekalipun berbeda agamanya namun sama dalam perburuannya, yaitu: uang, uang, dan uang! Dan sekalipun kita semua berasal dari satu TUHAN, namun kita selalu berperang dalam membela agama masing-masing. Harusnya kita berdamai dalam TUHAN, karena satu TUHAN, kita dibuat menjadi saling bermusuhan dalam agama. Harusnya di sini kita bisa melihat adanya perbedaan antara TUHAN dengan agama, sebab nyata-nyata keduanya saling bertentangan. Yang satu mendamaikan, yaitu TUHAN, sedangkan yang satu menciptakan permusuhan, yaitu: agama.


Al Qur'an-pun mengajarkan perdamaian: "“Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu.” - QS. 42:15.

“TUHAN  kami dan TUHANmu adalah satu.” - QS. 29:46. “Kemudian KAMI jadikan kamu berada di
atas suatu syariat dari urusan itu, maka ikutilah syari’at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” - QS. 45:18.



Para agamawan telah merusakkan ajaran TUHAN, telah memisah-misahkan kita. Agamawan Islam meracuni umatnya untuk memusuhi agama lainnya, agamawan Kristen meracuni umatnya untuk memusuhi agama lainnya, maka di jalanan lahirlah orang-orang yang saling bermusuhan. Jadi, manusialah yang menjadi sumber permusuhan itu, bukan TUHAN.

Sekali lagi, agama bukanlah TUHAN dan TUHAN bukanlah agama. Agama melahirkan malapetaka, menjerumuskan kita pada neraka, tapi TUHAN menyelamatkan kita. Karena itu kita harus berpaling pada TUHAN dan menutup telinga bagi dongeng para agamawan;


Kata Al Qur'an: “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga.” - QS. 24:11.


2Ptr. 2:1Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Sekolah-sekolah agama didirikan untuk memotong pengajaran dari TUHAN, supaya orang tidak lagi mempelajari Alkitab ataupun Al Qur'an tapi supaya orang mendengarkan ajaran hasil pemikiran mereka. Padahal Alkitab maupun Al Qur'an bisa kita miliki secara pribadi sebagai guru-guru sejati kita, di mana TUHAN sendiri yang berbicara kepada kita secara langsung. Tapi buku-buku agama menjamur dalam berbagai versi yang membingungkan kita. Buku-buku agama itu telah mewarnai Alkitab dan Al Qur'an sehingga menjadi berwarna-warni. Buku aliran NU berbeda penafsiran dengan buku aliran Muhammadiyah tentang Al Qur'an, begitu pula dengan buku aliran Protestan berbeda penafsiran dengan buku aliran Pantekosta tentang Alkitab. Bahkan dalam satu kandangpun bisa terjadi perbedaan pendapat.

Tanpa sadar kita yang menyatakan kesempurnaan Firman TUHAN, sekaligus menyatakan ketidaksempurnaannya oleh sebab masih dianggap membutuhkan suplemen-suplemen dari hasil olah pikir para agamawan. Alkitab ataupun Al Qur'an kuranglah lengkap kalau belum ditambah dengan perkataan orang terkenal.

1Yoh. 2:27Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

2Ptr. 1:20Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,



“Maka sesungguhnya telah KAMI mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu.” - QS. 19:97.

“Telah sempurnalah kalimat TUHANmu [Al Qur’an], sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimatNYA.” - QS. 6:115.



Kita saat ini adalah seonggok sampah; orang-orang yang telah dirusakkan oleh leluhur dan lingkungan kita sendiri. Kita harus hentikan perusakan ini dengan mencari kebenarannya dan tidak mengulangi kesalahan leluhur untuk mencekoki anak-cucu kita dengan racun yang menyesatkan dan menyelewengkan Firman TUHAN. Kita harus memiliki kebebasan dan memberikan kebebasan kepada anak-cucu kita untuk mempelajari kitab-kitab suci agama lainnya. Biarlah yang Islam mempelajari Alkitab dan yang Kristen mempelajari Al Qur'an, sebab nyatanya Al Qur'an tak pernah menyatakan Alkitab itu haram;



“Membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.” - QS. 3:3.


Image result for serangan gereja

====================================

Keunggulan amezcua bio disc untuk menyembuhkan penyakit

Keunggulan amezcua bio disc untuk menyembuhkan penyakit Biodisc merupakan salah satu produk yang memberikan energi secara alami pada tubuh.  Amezcua Bio Disc yang terbuat dari mineral alami yang terikat dalam struktur berbahan gelas kaca. Penggabungan mineral-mineral terbaik dari alam ini dilakukan dengan metode pemanasan fusi pada tingkat molekular. Keunggulan Biodisc terletak pada kemampuannya untuk mentransfer energi,  memperbaiki struktur molekul segala jenis cairan, meningkatkan kandungan Oksigen, serta menetralisir zat-zat berbahaya dalam segala jenis cairan. Ini kedengaran sangat sederhana, tetapi sebetulnya merupakan kunci utama bila berbicara tentang kesehatan dan kebugaran. Kenapa? Karena air merupakan komponen utama dari tubuh segala makhluk hidup, termasuk manusia tentunya.

Senin, 29 Januari 2018

SOLUSI BUAT PEREMPUAN MUDA

Setelah diceraikan oleh suaminya, perempuan muda ini kembali berkumpul dengan keluarganya, dengan ibu dan adiknya. Mempunyai anak satu dengan tidak mempunyai penghasilan tentu menggalaukan pikirannya, sehingga berimbas memberikan masalah keluarga, yaitu ketidakharmonisan.

Kej. 2:24Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Dia yang harusnya sudah keluar meninggalkan lingkungan keluarganya, bersatu dengan suaminya, tidaklah baik untuk kembali ke rumahnya lagi, atau bahasa Alkitabnya: "menoleh ke belakang seperti istri Lot".

Lukas 17:32Ingatlah akan isteri Lot!

Sementara itu Alkitab juga memberitahukan bahwa tidak baik jika manusia itu seorang diri;

Kej. 2:18TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Harus ada penolong yang sepadan dengannya. Siapa penolong yang sepadan? Jelas suami-istri. Jika laki-laki harus beristri, jika perempuan harus bersuami. Sesuai juga dengan anjuran rasul Paulus;

1Korintus 7:2tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

Perempuan muda itu membutuhkan seorang "penebus" yang akan membawanya keluar dari lingkungan sanak keluarganya, seorang "Musa" yang membawa keluar bangsa Israel dari negeri Mesir, seorang Boas yang menebus kejandaan Rut;

Rut 4:13

Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
4:14Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.

Nah, siapakah yang bisa menjadi penyelesai masalah, penolong, penebus dan pelindung bagi Agnes Ellora Monalisa, 31 tahun ini? Silahkan menyurat ke saya: puteragembala_pg1@yahoo.co.id, supaya saya menyampaikan kepadanya;


Jadikan gambar sebaris

Sabtu, 20 Januari 2018

Lagu Rohani/Ditengah kesukaran

Makin dekat Tuhan

Oh Tuhan pimpinlah langkahku

Batu Karang Yang Teguh by Bram.flv

Vetry Kumaseh - Kenal Kau 'Kan Yesus (Official Music Video)

LOWONGAN MARKETING



Saat ini saya sedang mencari pekerjaan di bidang marketing, product development atau produksi (saya berpengalaman di bidang supervisor produksi selama 7th, 1 th service engineer, 2 th product manager), inggris aktif, bisa mengoperasikan komputer (MS Office, internet application, ERP Navision by microsoft). Kalau ada info lowongan pekerjaan di bidang tsb dan ada yg membutuhkan bisa kontak saya via  nomor 081234404045 atau by email : azzamku1103@gmail.com).
Thanks,

Regards,


Condro SWWK

Minggu, 14 Januari 2018

PANGKAL PERCERAIAN ADALAH PERTEMUAN

Pangkal perceraian adalah pertemuan; pertemuan yang salah! Mari kita jujur, mari kita terbuka, mari kita introspeksi; seperti apakah niat atau maksud kita berumahtangga dengan pasangan kita? Benarkah jodoh di tangan TUHAN?

Kalau kita Kristen dan memeriksa Alkitab, maka kita takkan pernah menemukan kalimat maupun konsep bahwa TUHAN menjodohkan kita. Yang ada di Alkitab, mari kita periksa:

Kej. 2:24Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Laki-laki bersatu dengan istrinya. Hukum atau konsep ini adalah universal, untuk semua manusia, bukan cuma untuk orang Kristen saja. Artinya, istri adalah pilihan kita, bukan pilihan TUHAN, terkecuali Adam dengan Hawa. Hanya Adam dan Hawa saja yang dijodohkan TUHAN.

Yang kedua adalah kisah perkawinan Abraham dengan Hagar yang melahirkan Ismael. Siapakah yang menjodohkan Abraham dengan Hagar? Tidak lain adalah Sarai, istri pertama Abraham, dan TUHAN menolak Ismael sebagai anak Abraham.

Kejadian 2:24 menetapkan dua orang menjadi satu, tapi Abraham mempunyai istri sampai tiga, Yakub mempunyai istri dua dengan dua gundik, Daud dan Salomo mempunyai banyak istri dan banyak gundik. Mengapa ada sebutan gundik untuk sama-sama perempuannya dan sama-sama melahirkan anaknya? Apakah gundik bukan termasuk jodoh?

Kejadian 6:1

Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:2maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Kata ayat di atas; "mereka mengambil istri siapa saja yang disukai mereka". Jadi, istri bukanlah pilihan TUHAN, tapi pilihan kita sendiri. Karena itu tidak benar jika dikatakan jodoh itu dari TUHAN. Konsep itu bukan berasal dari Alkitab, bukan berasal dari Kristen.

Mat. 19:6Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Firman TUHAN katakan: "Dipersatukan ALLAH". Apa artinya? Artinya adalah setiap istri yang kita bawa kepada TUHAN akan diterima oleh TUHAN, akan diberkati, akan dikuduskan sebagai istri kita. Siapapun perempuan yang kita jadikan istri, entah mantan pelacurpun, TUHAN bersedia menerimanya, sebagaimana kata rasul Paulus;

1Kor. 7:14Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Jika ada perempuan Kristen yang bersuami orang Islam, TUHAN tidak keberatan, TUHAN tidak menolaknya. Begitu pula jika ada laki-laki Kristen yang beristri orang Islam, TUHAN juga tidak keberatan. Pasangan beda agama tidak akan dianggap najis atau haram. Boleh, itu.

Dina, anak perempuan Yakub dikawini Sikhem, setelah Sikhem memperkosanya. Masakan TUHAN menyuruh Sikhem memperkosa Dina, jika jodoh di tangan TUHAN? Tentu tidak klop.

Sering kali jodoh dikarenakan hawa nafsu berahi, karena parasnya yang cantik, karena kekayaannya, karena kedudukannya, karena dijodohkan orangtua, karena dijodohkan makcomblang, karena usia telat kawin maka dicarilah istri secara awur-awuran; masakan TUHAN hadir di maksud-maksud itu? Masakan jodoh yang tidak dimintakan pada TUHAN, seperti Ishak yang dimintakan pada TUHAN, disebut jodoh di tangan TUHAN?

Begitu pula dengan peristiwa-peristiwa ajaib, tak masuk akal, faktor-faktor kebetulan yang melatarbelakangi riwayat perkawinan kita sehingga mengesankan TUHAN-lah yang menjodohkan kita, bukanlah mesti berasal dari TUHAN. Setiap hal yang tidak membawa kemuliaan bagi nama TUHAN, bukanlah berasal dari TUHAN. Kesan-kesan, perasaan dan analisa pikiran kita tidak mesti benar untuk mengaitkannya dengan TUHAN.

Nah, berbagai macam motivasi perkawinan sebagaimana yang saya sebutkan di atas, apakah bisa dipakai sebagai modal perkawinan atau rumahtangga yang berbahagia? Apakah kekayaan, kecantikan, dan hawa nafsu bisa menghantarkan rumahtangga pada kebahagiaan? Jelas, tidak mungkin! Itu semua bukan komponen buat keharmonisan keluarga.

Jadi, timbulnya perceraian bisa dipastikan akibat dari salah pertemuan atau pertemuan yang salah. Dan itu termasuk kasus perceraian yang menimpa diri saya, harus jujur saya akui sebagai akibat dari pertemuan yang salah. Dan jika orang berumahtangga di usia dewasa saja bisa berantakan, bisa salah pertemuan, lebih-lebih lagi yang membentuk rumahtangga di usia yang belum benar-benar dewasa. Atas dasar pengalaman atau hikmat apakah dia memilih pasangannya? Saya kawin di usia 23 tahun, apakah itu usia dewasa untuk sebuah perkawinan? Saya pikir masih belum benar-benar dewasa, masih belum benar-benar matang.

Tapi saya tak pernah menyesalkan baik pertemuan maupun perceraian itu. Awal dan akhir, kepala dan ekor, sudah selesai, sudah terselesaikan dengan baik. Kini keadaan saya sudah netral, sudah terbebas dari lingkaran kesalahan. Saya bersama TUHAN, saya benar-benar menikmati kebahagiaan yang tiada taranya. TUHAN adalah jodoh saya. Dan saya berharap semua orang berjodoh dengan TUHAN! Amien!

Hasil gambar untuk gambar ahok dan veronica pacaran

Sabtu, 13 Januari 2018

BOLEHKAH KRISTEN BERCERAI?

Seperti orang yang berjalan sambil membawa barang berat, pada akhirnya akan berhenti dan menjatuhkan barang bawaannya itu karena kelelahan, demikianlah akhir-akhir ini media massa dihebohkan dengan berita gugatan cerai Ahok, mantan gubernur DKI Jakarta, terhadap istrinya; Veronica Tan.

Hasil gambar untuk gambar orang membawa barang berat kecapaian

Dulunya sebagai pejabat tentunya dituntut untuk menampilkan kehidupan rumahtangga yang harmonis. Jika tidak demikian maka gugurlah cita-cita Ahok dalam karier politiknya. Tidak mungkin bisa menduduki jabatan gubernurnya. Karena itu Ahok berusaha sedemikian rupa menahan gejolak hati dan rumahtangganya. Sebab selain untuk keperluan cita-cita, sebagai orang beragama, sebagai suami dan laki-laki yang bertanggungjawab, tentu tidaklah mudah untuk memutuskan perceraian. Dalam Kristen ada "hantu" yang melarang perceraian. Terlebih Roma Katolik sangat menentang terjadinya perceraian. Gereja tak mungkin menerbitkan surat cerai sekalipun nabi Musa bisa menerbitkan surat cerai;

Mat. 19:7Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"

Publik, khususnya para pendukung Ahok merasa kaget dan seperti disambar petir mendengar gugatan cerai Ahok tersebut. Sebab mereka tidak bisa membedakan antara pejabat dengan manusia biasa, antara Ahok sebagai gubernur dengan Ahok sebagai manusia biasa. Mereka hanya melihat satu sisi saja, yaitu penampilan-penampilan Ahok di luar rumah sebagaimana yang diliput media massa, tanpa melihat sisi lain yang tidak mungkin dipublikasikan, yaitu ketika Ahok sebagai manusia biasa, di rumahtangganya.

Menjadi pertanyaan adalah apakah kalau gubernur itu nggak ada masalahnya? Nggak ada pusingnya? Nggak ada godaannya? Nggak ada salahnya? Nggak ada kelemahannya? Nggak ada negatifnya? Nggak ada setannya? Yah, gubernur dan istrinya adalah manusia-manusia biasa, sama seperti kita.

Tapi kalau pertanyaannya: Bolehkah gubernur bermasalah? Bolehkah gubernur pusing? Bolehkah gubernur digodai? Bolehkah gubernur bersalah? Bolehkah gubernur lemah? Bolehkah gubernur negatif? Bolehkah gubernur kesetanan? Tentu saja jawabannya adalah: Tidak boleh! Undang-undang mengamanahkan seorang pejabat itu tidak boleh bercacat-cela.

Undang-undang pasal 6, nomor 23, tahun 2003, huruf j;

j.    tidak pernah melakukan perbuatan tercela;

Baik gereja Roma Katolik, gereja-gereja Kristen maupun pemerintah sangat anti terhadap perceraian. Pengetahuan masyarakat mengatakan orang Islam boleh cerai, orang Kristen tidak boleh cerai. Tapi apakah itu realistis, gereja melarang perceraian, apakah gereja melihat sisi-sisi kehidupan seorang manusia secara menyeluruh? Dan apa benar Alkitab, sebagai buku pedoman umat Kristen itu melarang perceraian? Mari kita lihat suara Alkitab.

Yang pertama adalah ELOHIM YAHWEH sendiri; DIA menganggap Israel sebagai "istri"-NYA, namun DIA tidak segan-segan menceraikan Israel;

Yer. 3:8Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal.

Yang kedua adalah peraturan nabi Musa;

Ulangan 24:1

"Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya,
24:2dan jika perempuan itu keluar dari rumahnya dan pergi dari sana, lalu menjadi isteri orang lain,
24:3dan jika laki-laki yang kemudian ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu serta menyuruh dia pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia menjadi isterinya itu mati,
24:4maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dia pergi itu, tidak boleh mengambil dia kembali menjadi isterinya, setelah perempuan itu dicemari; sebab hal itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa atas negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.

Menurut peraturan nabi Musa, jika seorang istri kedapatan berzinah, suami boleh menulis surat cerai, dan jika sudah bercerai tidak boleh dijadikan istri kembali. Itu adalah suatu kebijaksanaan bagi aturan TUHAN yang melarang perceraian;

Mat. 19:6Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Larangannya memang ada, tapi kebijaksanaannya juga ada, yaitu dengan pengecualian karena zinah; ELOHIM YESHUA ha MASHIA sendiri menetapkannya begitu;

Matius 19:9Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Jadi, Alkitab tidak seperti gereja yang hanya mempunyai satu pintu saja, yaitu: Tidak boleh! Alkitab membolehkan, mengapa gereja tidak membolehkan? Bukankah Alkitab lebih tinggi kedudukannya daripada gereja manapun? Lebih lanjut rasul Paulus mengatakan;

1Korintus 7:10

Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.
7:11Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.
7:15Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

Rasul Pauluspun masih mempunyai pintu untuk perceraian. Dan sebenarnya sama saja pertanyaan: "bolehkah bercerai" dengan "bolehkah membunuh atau mencuri?" Jawabannya sudah pasti: "Tidak boleh!" Tidak mungkin TUHAN mengijinkan perceraian, sama juga tidak mungkin TUHAN mengijinkan seorang berbuat dosa. Tapi 'kan TUHAN tidak menutup mata dengan terjadinya pelanggaran, melainkan selalu memberikan jalan keluar, yaitu pengampunan?! Peraturannya: "Jangan berbuat dosa!" Tapi jika ada dosa ada pengampunannya. Ada sakit, ada obatnya! Jangan membuat jalan buntu!

Gereja jangan memeluk perampok yang bertobat, tapi hanya gara-gara jemaatnya bercerai lalu dikucilkannya. Sama-sama salahnya, ya harus sama-sama penerimaannya.

Jadi, yang membuat aturan melarang perceraian itu gereja, bukan Alkitab. Manusia, bukan TUHAN!

Kis. 5:29Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Selasa, 09 Januari 2018