Selasa, 28 November 2017

MENJAWAB KOLOSE 2:16-17

Kolose 2:16

Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
2:17semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

"Jangan biarkan orang menghukum kamu mengenai hari Sabat". Tentu itu yang dipertanyakan, dan yang dipertanyakan sehubungan dengan masalah peribadatan hari Minggu. Mengapa saya menggugat peribadatan hari Minggu dan menyodorkan hari Sabtu?

Baik, sebenarnya apa saja segi-segi dari hari Sabat itu? Bukankah itu tentang waktu dan hukumnya? Kapan hari Sabat itu dan bagaimana aturannya?

1. Tentang waktunya;

Di zaman Alkitab, baik zaman Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, apakah pernah ada orang yang mempertentangkan kapan atau yang mana yang disebut hari Sabat itu? Yang Sabtu atau yang Minggu? Pertanyaan itu tak pernah ada di zaman Alkitab. Sabtu atau Minggu adalah pertanyaan orang masa kini, di luar Alkitab! Karena itu pastikanlah, jika anda berpegang pada Alkitab, bahwa hari Sabat adalah hari Sabtu, bukan Minggu.

2. Tentang hukumnya;

Keluaran 20:8

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Pada hari yang ketujuh jangan melakukan pekerjaan apapun. Sekarang mari kita runut pelanggaran-pelanggaran peraturan Sabat di sepanjang zaman Alkitab, supaya kita tahu persis bahwa dosa adalah pelanggaran terhadap hukum TUHAN;

1Yoh. 3:4Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Maksud saya, sekalipun hari Sabat itu dijatuhkan pada hari Minggu, jika di hari itu dibuat aturan-aturan, maka Sabat Minggupun akan dilanggar orang. Dan sekalipun hari Sabat itu Sabtu jika tidak ada aturannya, maka takkan ada orang yang melakukan pelanggaran. Coba bedakan antara hari Minggu dan hari Senen. Bukankah di hari Senen selalu terjadi pelanggaran orang bolos kerja, bolos sekolah? Tapi di hari Minggu, apa pelanggaran orang? Nggak ada, sebab hari Minggu hari yang bebas dari segala peraturan.

Jadi, yang dilanggar orang itu adalah peraturannya, bukan hari yang mananya. Hari yang mana itu bukan hal yang penting. Tapi di mana aturan itu ditempatkan? Gelas yang kosong tak pernah bermasalah. Tapi gelas yang berisi minuman manis pasti itu yang dikerumuni semut.

Gambar terkait


Pelanggaran Sabat di zaman nabi Nehemia:

Nehemia 13:19

Kalau sudah remang-remang di pintu-pintu gerbang Yerusalem menjelang hari Sabat, kusuruh tutup pintu-pintu dan kuperintahkan supaya jangan dibuka sampai lewat hari Sabat. Dan aku tempatkan beberapa orang dari anak buahku di pintu-pintu gerbang, supaya tidak ada muatan yang masuk pada hari Sabat.
13:20Tetapi orang-orang yang berdagang dan berjualan rupa-rupa barang itu kemudian bermalam juga di luar tembok Yerusalem satu dua kali.
13:21Lalu aku memperingatkan mereka, kataku: "Mengapa kamu bermalam di depan tembok? Kalau kamu berbuat itu sekali lagi akan kukenakan tanganku kepadamu." Sejak waktu itu mereka tidak datang lagi pada hari Sabat.

Yeh. 22:8Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan.

Apa yang dilarang itulah yang dilanggar. Bukan masalah hari yang sebelah mananya.

Matius 12:1

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
12:2Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."

Menurut tradisi Yahudi di hari Sabat tidak boleh memetik gandum, seperti ketika di padang gurun bangsa Israel tidak diijinkan mencari roti Manna di hari Sabat. Apa letak bedanya? Ketika di padang gurun, ELOHIM YAHWEH menurunkan Manna dua kali lipat di hari Jum'at, sebelum Sabat. Perihal kebutuhan perut sudah tercukupi, dipastikan di hari Sabat tak mungkin ada yang kelaparan. Tapi di zaman YESHUA ha MASHIA diterangkan kondisi para murid yang kelaparan.

Mengapa ELOHIM YESHUA tidak mempersiapkan makanan di hari Jum'at sehingga di hari Sabat para murid tak sampai kelaparan seperti itu? Sebab ELOHIM YESHUA ingin menunjukkan ajaran kasih kemanusiaan, bahwa mengasihi orang itu lebih penting daripada peraturan hari Sabat;

Matius 12:7

Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
12:8Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Yah, manusia itu lebih penting daripada hari Sabat. Kalau perbandingannya antara Sabat dengan perikemanusiaan. Langgarlah aturan Sabat jika itu menyangkut perikemanusiaan, misalnya, karena penghasilan kita harian sehingga jika tidak kerja sehari tidak makan, maka kerjalah di hari Sabatpun. Jika ada orang sakit, sembuhkanlah sekalipun itu hari Sabat. Jika ada orang yang perlu ditolong, tolonglah sekalipun itu hari Sabat. Tapi itu 'kan bukan berarti meniadakan hari Sabat?

Itu namanya kebijaksanaan. Dalam setiap peraturan itu harus ada kebijaksanaannya yang membedakan antara manusia dengan mesin. Kalau mesin tak mempunyai pertimbangan. Dia kerjanya berdasarkan hukum-hukum saja, mati. Tapi manusia hidup itu dinamis, ada dinamikanya. Misalnya, kepala sekolah memberikan keringanan iuran sekolah kepada beberapa orang yang miskin, itu namanya sebuah kebijaksanaan. Tapi kalau semua orang miskin diberikan keringanan uang sekolah itu namanya aturan.

Di hari kerja jika ada pekerja yang sakit diijinkan tidak masuk. Apakah berarti semua pekerja diperbolehkan tidak masuk? Jika semua pekerja diijinkan tidak masuk itu namanya hari libur. Tapi jika ketentuannya hanya untuk orang yang sakit, itu artinya hari kerja masih berlaku.

Jadi, jika di hari Sabat orang diperbolehkan menolong orang apakah berarti hari Sabat sudah ditiadakan?

Matius 12:9

Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
12:10Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
12:11Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?
12:12Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."

Hari Sabat memang hari perhentian. Tapi jangan pernah berhenti melakukan kebaikan. Setiap hari, hari apa saja lakukanlah kebaikan. Tapi hari Sabat masih tetap hari perhentian dari segala aktifitas keduniawian. ELOHIM YESHUA tak pernah menyatakan bahwa hari Sabat sudah ditiadakan, tapi meluruskan cara-cara bangsa Yahudi yang melakukannya secara keliru; yaitu mengabaikan sisi-sisi kemanusiaan.

>> Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?"

Jadi, masalah anda adalah masalah waktunya; hari Sabtu atau Minggunya, tapi masalah di Alkitab adalah masalah hukumnya. Jika di zaman Alkitab orang hanya melanggar hukumnya saja, di zaman ini pelanggaran orang menjadi dobel; ya melanggar aturan Sabat, ya merubah Sabtu ke Minggu sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Daniel;

Daniel 7:25Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Tidak ada komentar: