Minggu, 31 Mei 2015

PERTIMBANGAN MEMBUKA TOKO ECERAN

Banyak orang mempunyai uang lebih, sementara istri di rumah menganggur, maka dibukalah toko eceran. Apakah itu menguntungkan?

Membuka usaha toko kalau sepintas lalu sepertinya gampang, seperti: kulak lalu dipajang di toko. Padahal sesungguhnya tidaklah semudah itu jika ingin berhasil. Jika pingin cepat bangkrut, asal-asalan saja memang nggak apa. Tapi saya pikir, masih lebih baik uangnya diamalkan daripada buka toko asal-asalan.

Yang diperlukan bagi sebuah toko eceran:

1. Jiwa menghargai uang sedikit. Sebab toko eceran itu untungnya sedikit; jangan
    makan ayam sebelum tokonya laris. Nggak logis jika tokonya sepi tapi setiap
    hari makannya mewah. Itu pertanda anda tak pandai berdagang. Sebab pedagang
    itu harus membagi keuntungannya untuk makan dan untuk simpanan. Jika tidak
    bisa menyimpan, maka masih belum sukses.

2. Ketika sedang enak-enaknya tidur siang dibangunkan anak-anak untuk membeli
    kerupuk Rp. 500,- harus bisa tetap tersenyum.

3. Harus mempunyai kebijaksanaan terhadap tetangga yang berutang. Jika tidak
    memberikan hutang jagalah supaya tetangga itu tetap menjadi pelanggan. Atau jika
    menagih utang jagalah juga supaya setelah utang lunas tidak kabur.

4. Mempunyai feeling tentang barang-barang yang sekiranya laku di lingkungannya.
    Sebab penjual itu harus mewakili keinginan pembeli.

5. Harus ulet ketika kulakan barang di toko grosir. Jangan semua barang dibelikan
    di satu toko saja. Sebab sebuah barang itu berbeda-beda harganya di setiap tokonya.
    Jadi, harus rajin berkeliling toko-toko, tidak boleh malas. Malas tandanya tak bakat.

6. Toko itu menyerap permodalan terus-menerus, sebab ketika barang anda laku 6,
    anda harus kulaknya 1 lusin, tidak mungkin laku 6 kulak 6. Selain itu untuk
    sekalian jalan/transport anda juga akan kulak barang lain yang baru laku 3, anda
    kulaknya 1 lusin. Juga karena setiap waktu selalu saja ada barang-barang baru
    yang menarik untuk dikulak. Jadi, modal berapapun pasti habis terserap, sementara
    keuntungannya nggak jelas.

    Anda pasti akan berkata: Toko ini laris, tapi uangnya ke mana?!

7. Harus selalu siap dengan modal cadangan[cash flow], sebab siapa tahu anda
    kedatangan sales-sales yang membawa program-program promosi dari pabrik
    yang menggiurkan?!

8. Harus memiliki ketegasan karena tidak menutup kemungkinan akan diincar oleh
    para penipu dan pemeras.

9. Harus memiliki kekejaman terhadap sesama, jika kehadiran toko anda nantinya
    merupakan persaingan bagi toko-toko yang sudah ada.

    Jangan katakan toko anda beda menunya; tetangga jual gado-gado, anda menjual soto.
    Sebab ketika orang membeli gado-gado, perutnya sudah kenyang, nggak bakalan
    membeli soto juga. Atau ketika orang membeli soto, uangnya sudah habis sehingga
    tidak bisa membeli gado-gado. Jadi, omong kosong kalau soto bukan saingan
    gado-gado.

10. Siap menghadapi pesaing baru. Siapa tahu setelah anda membuka toko, tak lama
      kemudian ada tetangga yang menyaingi. Dan ternyata itu adalah Alfamart atau
      Indomart, ya siap-siap kuburan saja jika yang datang itu mereka.

      Lariiiiiiiiii.............................!

11. Untuk laris itu sebuah perjalanan yang sangat panjang. Mungkin lebih cepat
      berjualan pisang goreng dari pada bentuk usaha toko.

      Sebab hak azasi para tetangga adalah untuk belanja sekalian cuci mata di Giant!
      Kecuali anda ajarkan Pojapan - Pola belanja Pancasila kepada mereka.

12. Kenapa toko sekarang tidak menguntungkan? Zaman dulu buka toko memang
      bisa cepat kaya. Tapi sekarang buka toko untuk makan saja susah. Kenapa? Sebab
      jumlah toko sudah mencapai titik jenuhnya. Lihat saja, setiap langkah adalah toko.
      Terlampau banyak.

13. Selalu menyisakan barang yang tak laku. Jika anda berjualan pisang goreng,
      masih ada kemungkinan habis terjual. Apa sebab? Sebab jenisnya hanya beberapa.
      Tapi toko yang dijual berbagai macam barang. Karena itu jika anda tentukan
      sebulan lagi hendak anda tutup, pasti pada hari itu masih banyak yang belum laku.

Jadi, sebaiknya janganlah membuka toko. Bikin ribet tetangga, bikin pusing kepala.  Lebih baik depositokan saja uangnya.

Maksud saya, bekerjalah menurut bakat anda. Itu akan seperti tanaman yang ditanam di tempat yang cocok untuknya, maka dia akan berbuah lebat.

Tidak ada komentar: