Minggu, 31 Mei 2015

PENELITIAN DAMPAK ALFAMART DAN INDOMART - 2

Pak Sonny;

Sudah bukan saatnya lagi pedagang kecil mewek pak. Kaum peduli harus turun tangan. Jangan kayak skrg ini, gak mau bantu tapi larang orang laen buka pekerjaan buat rakjat.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Eit, pekerjaan apa yang buat rakyat, ya?! Alfamart dan Indomart dibuka bukanlah untuk rakyat tapi untuk membesarkan perut pemiliknya. Setiap jiwa yang mereka rekrut adalah keuntungan bagi mereka. Mereka menggaji Rp. 2 juta, sudah ada kalkulasinya orang itu akan menghasilkan Rp. 2,5 juta.

Kita harus pandai membedakan antara: Alfamart untuk tenaga kerja dengan tenaga kerja untuk Alfamart.

Alfamart untuk tenaga kerja, jika seluruh keuntungan Alfamart diberikan ke pekerja, Alfamart tidak menikmati keuntungan, menjadi lembaga sosial seperti panti sosialnya Dinas Sosial. Tapi tenaga kerja untuk Alfamart, jika untuk membuka toko yang menghasilkan keuntungan itu Alfamart membutuhkan tenaga kerja. Jadi, tenaga kerja adalah alat bagi Alfamart.

Saya kira semua pekerjaan itu konsepnya sama, yaitu tenaga kerja untuk pengusaha. Karena itu jangan membuat puji-pujian untuk pengusaha. Tak ada pengusaha yang sosial. Lebih tepat kita katakan Alfamart itu brengsek daripada memujinya baik.

Tidak ada komentar: