Rabu, 25 Februari 2015

ADA YANG MENGANGKAT TUMITNYA

Ketika nabi Harun dipensiun dari jabatannya, maka nabi Musa melucuti jubah kebesarannya;

Bilangan 20:26    tanggalkanlah pakaian Harun dan kenakanlah itu kepada Eleazar, anaknya,
                           kemudian Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya dan mati di sana."

Jendralpun kalau pensiun juga menanggalkan seragamnya, gajinya, tongkat komandonya, pistolnya, dan lain-lainnya, sehingga ia menjadi manusia biasa kembali. YESUS juga memasuki fase memasrahkan DiriNYA pada kehendak BAPANYA;

Lukas 22:42     "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi 
                          bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

Nah, pada saat lemah seperti itulah seorang sobat berdiri mengangkat tumitnya melawan saya;

Yohanes 13:18    Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. 
                          Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat  
                          tumitnya terhadap Aku. 

Lukas 22:48   Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak 
                      Manusia dengan ciuman?" 

Ada yang hendak menjatuhkan saya dengan kiriman uang?

Lukas 22:52    Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala 
                       pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, 
                       kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap 
                       dengan pedang dan pentung?

Sekalipun saya ini orang yang sangat miskin di dunia, apakah kamu pikir saya orang yang diperbudak uang? 

 Lukas 22:53    Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait 
                        Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan 
                        inilah kuasa kegelapan itu."

Padahal setiap hari saya mengajari dan memberikan keteladanan hidup sederhana pada kalian, namun kalian masih belum mengerti bahwa saya ini tidak terlalu bergantungan pada uang. Begitu beraninya sehingga sampai 3 kali kalian kedapatan mempermainkan saya; bilangnya mengirim uang tapi kemudian tak memberikan kabar berita. Saya sampai bingung dan malu pada pemilik rekening. Dan karena saya juga bingung terhadap kalian yang saya sebut sobat, maka saya belum mengambil sikap yang jelas seperti sekarang ini. 

Dengan adanya kejadian ini maka saya mulai menutup komunikasi dan mengurangi aktifitas menulis. Bahkan sudah seketika timbul kemalasan untuk ke warnet. Saya ke warnet hanya karena masih ada sedikit tanggungjawab saja. Tapi setelah itu sudah tak selera lagi.

Tidak ada komentar: