Sabtu, 31 Januari 2015

KITA BISA MEMBUAT LEBIH BAIK

Luar dengan dalam itu sesuatu yang berbeda. Kalau sama, tidak mungkin berbeda istilahnya.

Kita jangan terkecoh oleh apa yang ada di permukaan. Sebab apa yang baik diluar belum tentu baik juga didalamnya. Contohnya: buah durian. Buah durian kalau dikulitnya terlihat jahat sekali. Kulitnya berduri tajam yang melukai. Tapi buah durian mahal harganya adalah karena isinya yang lezat sekali. Sebaliknya, bedak dan lipstik bisa membuat perempuan tampak lebih cantik. Itulah beda luar dengan dalam.

Karena itu kita jangan terkecoh untuk melihat sesuatu itu baik hanya berdasarkan dari kata orang.

Sebagai contoh masalah Budi Gunawan. Jokowi bisa membuat Budi Gunawan kelihatan cantik karena berdasarkan rekomendasi Kompolnas tidak ada masalah dengan rekening gendutnya. Tapi KPK menyatakan bahwa Budi Gunawan itu tidak baik. Sayangnya tanpa pembuktian.

Jika seandainya KPK yang benar bahwa Budi Gunawan itu koruptor, bukankah kita melihat Jokowi sedang bermain sulapan, memberikan bedak dan lipstik ke muka Budi Gunawan sehingga terlihat cantik?

Demikian halnya kita menilai ajaran Marhaen yang kata Soekarno Marhaen itu nama orang, nama petani. Tapi tak bisa dibuktikan adanya orang yang bernama Marhaen. Tapi Soegiarso Soerojo menemukan fakta bahwa Marhaen itu singkatan dari: Marx - Hegel - Engels.

http://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Marx

Karl Heinrich Marx (lahir di Trier, Prusia, 5 Mei 1818 – meninggal di London, Inggris, 14 Maret 1883 pada umur 64 tahun) adalah seorang filsuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia.
Walaupun Marx menulis tentang banyak hal semasa hidupnya, ia paling terkenal atas analisisnya terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan kelas, yang dapat diringkas sebagai "Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas", sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka dari Manifesto Komunis.[4]

http://id.wikipedia.org/wiki/Georg_Wilhelm_Friedrich_Hegel

Georg Wilhelm Friedrich Hegel (IPA: [ˈgeɔʁk ˈvɪlhɛlm ˈfʁiːdʁɪç ˈheːgəl]) (lahir 27 Agustus 1770 – meninggal 14 November 1831 pada umur 61 tahun) adalah seorang filsuf idealis Jerman yang lahir di Stuttgart, Württemberg, kini di Jerman barat daya. Pengaruhnya sangat luas terhadap para penulis dari berbagai posisi, termasuk para pengagumnya (F. H. Bradley, Sartre, Hans Küng, Bruno Bauer, Max Stirner, Karl Marx), dan mereka yang menentangnya (Kierkegaard, Schopenhauer, Nietzsche, Heidegger, Schelling). Dapat dikatakan bahwa dialah yang pertama kali memperkenalkan dalam filsafat, gagasan bahwa Sejarah dan hal yang konkret adalah penting untuk bisa keluar dari lingkaran philosophia perennis, yakni, masalah-masalah abadi dalam filsafat. Ia juga menekankan pentingnya Yang Lain dalam proses pencapaian kesadaran diri (lihat dialektika tuan-hamba).

http://id.wikipedia.org/wiki/Friedrich_Engels

Friedrich Engels (lahir di Barmen, Wuppertal, Jerman, 28 November 1820 – meninggal di London, 5 Agustus 1895 pada umur 74 tahun) adalah anak sulung dari industrialis tekstil yang berhasil.Sewaktu ia dikirim ke Inggris untuk memimpin pabrik tekstil milik keluarganya yang berada di Manchester, ia melihat kemiskinan yang terjadi kemudian menulis dan dipublikasikan dengan judul Kondisi dari kelas pekerja di Inggris (Condition of the Working Classes in England) (1844). Pada tahun 1844 Engels mulai ikut berkontribusi dalam jurnal radikal yang yang ditulis oleh Karl Marx di Paris. Kolaborasi tulisan Engels dan Marx yang pertama adalah [1] [2] The Holy Family.[3] Mereka berdua sering disebut "Bapak Pendiri Komunisme", di mana beberapa ide yang berhubungan dengan Marxisme sudah kelihatan. Bersama Karl Marx ia menulis Manifesto Partai Komunis (1848). Setelah Karl Marx meninggal, ialah yang menerbitkan jilid-jilid lanjutan bukunya yang terpenting Das Kapital.

Tidak ada komentar: