Sabtu, 31 Januari 2015

JOKOWI MEMBACA TAPI TIDAK TAHU, MENGAPA?

Jokowi suka membagi-bagikan buku kepada anak-anak dengan pesan:  "Membacalah dan bangsa ini akan terhindar dari buta karena ketidaktahuan. Oleh Joko Widodo," isi pesan Jokowi di buku itu. 

Tapi Jokowi sendiri membaca tanda merah dari KPK tentang status Budi Gunawan, mengapa masih juga tidak tahu kalau Budi Gunawan itu tersangka korupsi? Mengapa ketika lampu merah menyala, mobil Jokowi dilajukan terus? Kini kena semprit polisi. Pelanggaran, ya? Dan presiden pelakunya!

Karena itu pesan saya kepada anak-anak penerima buku Jokowi: Terimalah bukunya, tapi jangan meniru kelakuan Jokowi.


Jadi Presiden, Ini Kebiasaan Jokowi yang Tak Hilang

 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/02/01/080700426/Jadi.Presiden.Ini.Kebiasaan.Jokowi.yang.Tak.Hilang

NGAWI, KOMPAS.com - Meski telah menjadi Presiden Republik Indonesia, kebiasaan Joko Widodo yang satu ini tak juga berubah. Ya, pria yang karib disapa Jokowi itu sangat senang sekali membagi-bagikan buku kepada anak-anak.

Hal itu terulang kembali pada kunjungan kerja kepresidenan saat menengok pembangunan Bendungan Bedungan di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2015).

Usai menilik bendungan yang dibangun pada 1955 itu, Jokowi lantas membagi-bagikan buku kepada warga Desa Legundi yang membawa serta anak-anak mereka, juga anak-anak yang hadir di situ untuk menonton belusukan sang presiden.

Tak hanya buku, dari pantauan Kompas.com, Jokowi juga membagi-bagikan kaos kepada warga desa.

Sebelumnya, Jokowi memang senang membagi-bagikan buku kepada anak-anak sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Misalnya, pada waktu blusukan di Tanah Abang, Jokowi pernah juga membagikan buku pada anak-anak. Begitu pun ketika banjir melanda Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (23/2/2014).

Jokowi bahkan menitipkan pesan kepada anak-anak yang mendapat buku pemberiannya. "Membacalah dan bangsa ini akan terhindar dari buta karena ketidaktahuan. Oleh Joko Widodo," isi pesan Jokowi di buku itu.

"Buku itu sama seperti pendidikan. Bisa mengubah dari yang tidak punya menjadi punya. Dari di bantaran sungai menjadi sampai ke Balaikota," ujar Jokowi kala itu.

Tidak ada komentar: