Rabu, 30 Juli 2014

Daftar nama Allah dalam bahasa Ibrani


Dalam bahasa Ibrani, kata Allah disebut dengan berbagai kata:
  • Adonai, Tuan atau Tuanku atau Allah yang Perkasa
  • El, Allah yang Kuat
  • Elohim, Sang Pencipta yang Maha Kuasa
  • Elyon, Allah yang Maha Tinggi
  • Elohe Yisrael, Allah Israel
  • El Olam, Allah yang Kekal
  • El Roi, Allah yang Melihat
  • El Shaddai, Allah yang Maha Perkasa
  • Immanuel, Allah bersama kita
Nama pribadi Allah dalam Bahasa Ibrani terdiri dari 4 huruf: YHWH, seperti yang diberikan kepada Musa sewaktu Musa menanyakan siapa nama-Nya di dalam Kitab Keluaran. Nama ini yang sangat takut diucapkan oleh orang Ibrani (Israel) sehingga mereka hanya menggunakan kata Adonai (=tuan, tuanku) saat membaca tulisan YHWH (Yahweh) di kitab suci. Dalam Alkitab bahasa Indonesia, kata YHWH ditulis Tuhan (semua huruf besar atau small cap), sedangkan kata "Allah" dipakai untuk kata Ibrani "El" atau "Elohim". Untuk kata sebutan "Allah" banyak istilah dalam bahasa Ibrani. Kata Adonai atau El dan sebagainya untuk diucapkan tidaklah ditakuti oleh orang Ibrani.

Nama Pribadi Allah dalam Alkitab

  • YHWH ditulis lebih dari 6800 kali diulang dalam kitab-kitab Perjanjian Lama dan diterjemahkan dengan tulisan TUHAN.
  • Ayeh Asher Ayeh, AKU adalah AKU
  • Yahweh Jireh, TUHAN akan mencukupi
  • Yahweh Mekaddishkem, TUHAN yang menyucikan
  • Yahweh Nissi, TUHAN adalah Panjiku
  • Yahweh Rapha, TUHAN yang menyembuhkan
  • Yahweh Sebaoth, TUHAN Bala Tentara
  • Yahweh Shalom, TUHAN sumber damai
  • Yahweh Shammah, TUHAN hadir
  • Yahweh Tsidkenu, TUHAN keselamatan kita
  • Yah/YHWH, AKU, TUHAN yang tidak pernah berubah, TUHAN yang swa-ada

Kata sebutan/gelar Allah

Di antara sebutan Allah dalam bahasa Ibrani, tujuh nama digunakan secara sangat hati-hati, terutama oleh para penulis:
  1. Eloah
  2. Elohim
  3. Adonai
  4. Ehyeh-Asher-Ehyeh
  5. YHWH
  6. El Shaddai
  7. Tzevaot

Adonai

Adonai dapat berarti Allah yang Perkasa dalam bahasa Indonesia
Kata "Adonai" adalah bentuk jamak dari kata "adon" yang berarti tuan, pemilik, penguasa dan junjungan.[1] Dalam hubungannya dengan nama Allah, kata ini digunakan dalam bentuk jamak dengan diberi akhiran pemilik orang pertama tunggal dan secara harfiah berarti tuanku-tuanku. Selain itu, dalam teks kata Yahwe tertulis YHWH, tetapi orang harus mengucapkannya adonai yang berarti TUHAN. Komunitas Yahudi menggunakan kata YHWH sebagai nama Sang Ilahi untuk menyatakan rasa hormat dan takzim yang mendalam secara sungguh-sungguh kepada Sang Ilahi.

YHWH (Yahweh)

Nama YHWH dalam bahasa Fenisia (1100 SM - 300 M), bahasa Aram (abad ke-10 SM sampai 1M) dan huruf bahasa Ibrani modern. Ditulis dari kanan ke kiri.

 

Nama Allah yang paling penting dan paling sering dipakai dalam Alkitab Ibrani adalah Yahweh atau dikenal dengan sebutan Tetragrammaton, empat huruf nama Allah, bahasa Ibrani: יהוה, atau YHWH. Dalam teks kata Yahwe tertulis YHWH, tetapi orang harus mengucapkannya Adonai yang berarti "tuan" atau "TUHAN". Komunitas Yahudi menggunakan kata YHWH sebagai nama Sang Ilahi untuk menyatakan rasa hormat dan takzim yang mendalam secara sungguh-sungguh kepada Sang Ilahi.
Kata YHWH selalu terkait dengan peristiwa ketika Musa menanyakan nama Allah (=Elohim) (Keluaran 3:13). Sang Ilahi merespon pertanyaan Musa dengan berkata “Aku adalah Aku” (Keluaran 3:14). YHWH merupakan sebutan dalam bentuk orang ketiga tunggal, jadi seperti "Dialah yang ada, Dialah Dia". Perkataan Sang Ilahi selanjutnya, “... TUHAN (YHWH), Allah (elohei) nenek moyangmu, Allah (elohei) Abraham, Allah (elohei) Ishak dan Allah (elohei) Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun (Keluaran 3:15)." Dalam konteks Keluaran 3 nama YHWH muncul bukan memberitakan pribadi ilah yang baru, melainkan rumusan itu memberikan kesadaran bahwa Allah yang disembah Abraham, Ishak, dan Yakub sebenarnya sama dan satu saja. Sang Ilahi tidak menyebutkan sebuah kata nama benda, melainkan sebuah rumusan yang menunjuk kepada keberadaan-Nya yang dinamis. Melalui rumusan ini, Sang Ilahi hendak menyatakan dua hal. Pertama, Sang Ilahi menghendaki agar manusia mau mengindahkan dan menaati apa pun yang diperintahkan-Nya sebaik-baiknya, tanpa manusia mengetahui lebih dalam siapa Sang Ilahi. Manusia hanya boleh mengimani apa pun yang dikehendaki-Nya dengan sikap takzim. Kedua, Sang Ilahi menghendaki agar manusia tidak memperlakukan nama-Nya seperti para penyembah berhala yang memperlakukan dan mengeksploitasi nama Allah yang sudah mereka ketahui untuk kepentingan-kepentingan mereka. Mengetahui nama Allah berarti menguasai si empunya nama, dan hal ini tidak dikehendaki oleh TUHAN. Akibatnya, manusia akan mudah menggunakan nama Allah yang mereka ketahui untuk kepentingan-kepentingan tertentu.[2]

Ehyeh-Asher-Ehyeh

Di dalam bahasa Indonesia, frasa yang terdapat pada Keluaran 3:14 ini diterjemahkan menjadi AKU ADALAH AKU atau AKULAH AKU.

El

El dapat berarti Allah yang kuat dalam bahasa Indonesia

Elohim

Elohim dapat berarti Sang Pencipta yang Mahakuasa dalam bahasa Indonesia.
‘El’ tidak selalu harus dikaitkan dengan para kelompok penyembah tertentu. ‘El’ mengandung makna yang sifatnya netral. ‘El’ bukanlah sebuah nama, tetapi ‘el’ menunjuk pada kuasa supranatural yang impersonal yakni suatu kekuasaan yang ilahi. Oleh karena itu, kata ‘el’ dalam bahasa Ibrani tidak menggunakan kata sandang (seperti, ‘ha’ dalam bahasa Ibrani atau ‘the’ dalam bahasa Inggris) yang konkrit. Namun, ada kata sifat atau kata benda yang diimbuhkan ke dalam kata ‘el’. Hal itu diperuntukkan dalam rangka memperlihatkan hubungan antara kuasa tertentu yang disembah dan penyebut nama itu sendiri. Misalnya, ‘el-elyion’ (Allah Maha Tinggi) dalam Kejadian 14:22 dan ‘el-elohei-yisrael’ (Allah, Allahnya Israel) dalam Kejadian 33: 20.
Bentuk jamak dari ‘el’ adalah kata ‘elohim’. Pada teks-teks kuno Perjanjian Lama, Yahwe, Allahnya Israel diakui sebagai Allah tertinggi meskipun dalam nats tertentu memakai kata ‘elohim’ (jamak), seperti dalam Keluaran 18:11,12:12,20:3, dst. Kata ‘elohim’ dipergunakan oleh bangsa Israel bukan dalam pengertian matematis. ‘Elohim’ digunakan oleh bangsa Israel untuk menyatakan seluruh keagungan dan seluruh kepenuhan keilahian ada pada pribadi-Nya. Dengan demikian, meskipun kata ‘elohim’ berbentuk jamak, tetapi pengertiannya tunggal.[3]

Shaddai

El Shaddai dapat berarti Allah yang Maha Perkasa dalam bahasa Indonesia

Yah

YahAKU, Allah yang tidak pernah berubah, Allah yang swa-ada. Nama Yah tersusun dari dua huruf pertama pada tetragrammaton YHWH. Nama ini sering muncul dalam nama orang, seperti nama Elia. Istilah haleluya juga mengandung unsur ini.

YHWH Tzevaot/Sebaoth

Yahweh Sebaoth dapat berarti Allah Bala Tentara dalam bahasa Indonesia

Shalom

Yahweh Shalom dapat berarti Allah sumber damai dalam bahasa Indonesia

Nama-nama lainnya

  • Adir — "Yang Kuat".
  • Adon Olam — "Penguasa Semesta".
  • Boreh — "Pencipta" atau "Khalik".
  • Ehiyeh sh'Ehiyeh — "Aku Adalah Aku": versi Ibrani modern untuk "Ehyeh asher Ehyeh".
  • Elohei Avraham, Elohei Yitzchak we Elohei Ya`aqov — "Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub".
  • El ha-Gibbor — "Allah sang pahlawan" atau "Allah yang kuat".
  • Emet — "Kebenaran".
  • E'in Sof — "tak berakhir, tak terhingga", nama "Kabbalistik" untuk Allah.
  • Ro'eh Yisra'el — "Gembala Israel".
  • Ha-Kaddosh, Baruch Hu — "Yang Kudus, Diberkatilah Dia".
  • Kaddosh Israel — "Yang Kudus dari Israel".
  • Melekh ha-Melakhim — "Raja segala raja" atau Melech Malchei ha-Melachim "Raja segala raja diraja", untuk menyatakan keutamaan terharap semua gelar penguasa di dunia.
  • Makom atau Hamakom — harafiah: "tempat itu", artinya "Maha-ada" ("Omnipresent"); lihat Tzimtzum.
  • Magen Avraham — "Perisai dari Abraham".
  • Ribbono shel `Olam — "Penguasa Semesta".
  • YHWH-Yireh (Jehovah-jireh) — "TUHAN akan menyediakan" (Kejadian 22:13-14).
  • YHWH-Rafa — "TUHAN menyembuhkan" (Keluaran 15:26).
  • YHWH-Niss"i (Yahweh-Nissi) — "TUHAN panji-panji kita" (Keluaran 17:8-15).
  • YHWH-Syalom — "TUHAN kedamaian kita" (Hakim-hakim 6:24).
  • YHWH-Ra-ah — "TUHAN gembalaku" (Mazmur 23:1).
  • YHWH-Tsidkenu — "TUHAN kebajikan kita" (Yeremia 23:6).
  • YHWH-Syamah (Jehovah-shammah) — "TUHAN hadir" (Yehezkiel 48:35).
  • Tzur Israel — "Batu karang dari Israel".

 

Nama dan gelar Yesus

 

 Nama dan gelar Yesus adalah nama, gelar, istilah atau lambang yang dipakai di dalam Alkitab untuk menggambarkan Yesus Kristus. Beberapa gelar umum yang dipakai untuk menggambarkan Yesus adalah Kristus/Mesias, Juru Selamat, Anak Allah, Anak Domba Allah.

 

Yesus

Nama "Yesus" adalah alihaksara dari bahasa Latin Iesus, yang berasal dari bahasa Yunani Ἰησοῦς (Iēsoûs), yang pada gilirannya juga merupakan Helenisasi dari bahasa Ibrani יְהוֹשֻׁעַ (Yĕhōšuă‘, Yosua) atau bahasa Aram יֵשׁוּעַ (Yēšûă‘), yang berarti "Yahweh menyelamatkan".

 

Kristus

"Kristus" adalah gelar yang berasal dari bahasa Yunani Χριστός (Christós), yang berasal dari bahasa Ibrani מָשִׁיחַ ("Mesias", berarti "yang diurapi" atau "yang terpilih").

 

Nama dan Gelar lainnya dalam Alkitab

 

  • Anak Manusia, ungkapan dalam Perjanjian Lama yang artinya manusia. Tetapi sejak Daniel 7:13 ungkapan ini menunjuk pada satu tokoh penyelamat di zaman yang akan datang. Yesus sering menyebut diri-Nya "Anak Manusia", baik untuk menyatakan kerendahan-Nya Matius 8:20 dan penderitaan-Nya Markus 8:31, maupun kebangkitan-Nya Matius 17:9 dan kedatangan-Nya sebagai "Hakim" Matius 25:31. Dialah yang datang untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang Matius 20:18.
  • Anak Domba Allah,Wahyu artinya "sebagai yang berhak untuk membuka ke tujuh materai" Wahyu 4,5, 19:9.
  • Kristus, terjemahan Yunani dari kata Ibrani Masyiakh atau Mesias (Kristos dari bahasa Yunani), artinya: " yang diurapi oleh Tuhan". Yesus disebut Kristus karena Dialah yang dipilih Allah menjadi Penyelamat dan Tuhan. Akhirnya Kristus juga menjadi nama diri untuk Yesus.
  • Yang Setia dan Yang Benar atau sering disebut 'Mampelai Kebenaran', Wahyu 19:11.
  • Nabi panggilan beberapa pengikut Yesus kepada-Nya ketika masih berada di dunia (Injil).
  • Guru/Rabi panggilan beberapa pengikut Yesus kepada-Nya ketika masih berada di dunia (Injil).
  • Imam Agung atau Imam Besar Harun dan keturunannya, dan kemudian Zadok 1Raja-raja 2 memegang jabatan utamadalam kebaktian korban di Israel. Dalam Perjanjian Baru Imam Agung adalah imam Yahudi yang paling tinggi kedudukannya. Ia mengetuai Mahkamah Agama untuk masa jabatan satu tahun. Sekali setahun ia memasuki tempat "maha kudus" dari Bait Allah untuk mempersembahkan korban pendamaian untuk dosa seluruh umat. Kristus adalah Imam Besar/Imam Agung yang "satu kali untuk selama-lamanya mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban untuk umat-Nya". Ibrani 7:27.
Sehingga di definisikan sebagai perumpamaan anak domba yang hilang dalam Perjanjian Baru adalah pengikut/jemaat Kristus yang murtad, yang ditemukan dan diselamatkan kembali (bertobat dan kembali ke jalan Kristus).

 

 

 

 



Tidak ada komentar: