Minggu, 29 Juni 2014

KETIKA BERADA DI TENGAH-TENGAH

Seseorang menghadapi masalah antara suami dengan orangtuanya yang tak pernah akur. Bagaimana mengatasinya? Begini cara mengatasinya: jika berhadapan dengan orangtua, belalah suamimu, tapi ketika berhadapan dengan suamimu, belalah orangtuamu. Tapi jangan sekali-sekali masuk atau mencampuri masalahnya, melainkan pergunakan konsep-konsep dasarnya. Kepada orangtua katakan bahwa mereka wajib mengasihi anak-anaknya, sedangkan kepada suami katakan bahwa dia harus menghormati orangtuanya. Sama seperti seorang imam, yang artinya: pengantara. Ketika menghadap YAHWEH, dia akan membela umatnya, tapi ketika menghadap umat dia akan membela YAHWEH. Maksudnya? Kepada YAHWEH, dia memohonkan belas kasihan, sebab umat itu adalah sesamanya, sama-sama makhluk ciptaan, sama-sama darah dan dagingnya, sehingga jika dia berada di posisi umat pasti dia akan melakukan dosa yang sama. Sedangkan kepada umat dia serukan supaya takut dan mentaati hukum-hukum YAHWEH. Dengan demikian kita mengadakan pendamaian, membuat YAHWEH melunak dari kegeramanNYA, sedangkan umat disadarkan akan kewajibanNYA. Masing-masing pihak kita buat menahan dan mengendalikan diri berdasarkan konsep-konsep dasarnya. 

Dalam suatu pertikaian/permusuhan, tidak ada gunanya kita membahas mana yang salah dengan mana yang benar. Justru itu akan memperpanjang masalah dan semakin memperuncing permusuhan. Karena itu kerucutkan pada saling mengampuni. 

Semoga manfaat.

Tidak ada komentar: