Senin, 23 Januari 2012

ENSIKLOPEDI FAKTA ALKITAB - 8

  8. Ugarit dan Orang Kanaan

 IV. Penaklukan Kanaan

  Mudah untuk mengatakan, seperti yang dilakukan beberapa ahli, bahwa Kanaan tidak ditaklukkan seperti yang digambarkan oleh Alkitab, tetapi sebaliknya secara perlahan-lahan orang Israel telah masuk ke negeri itu. Ada yang merasa bahwa gambaran dari "perang suci" atau "perang pembasmian" ini timbul dari khayalan penulis-penulis yang kemudian, yang telah memutarbalikkan berbagai kejadian sejarah. Sama baiknya juga untuk memandang kejadian-kejadian ini seperti bersifat sejarah, tetapi mencatatnya pada tahap yang lebih awal dalam pengembangan hati nurani orang-orang Israel yang kuno. Namun, mungkin penaklukan Kanaan dapat dimengerti dengan lebih baik bila mengingat fakta-fakta ini:

A. Hibah Berdasarkan Kanaan
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=194&res=almanac

Negeri Kanaan diberikan kepada orang Israel berdasarkan kemurahan Allah, bukan berdasarkan jasa mereka. Tidak ada petunjuk bahwa orang Israel menganggap diri mereka sebagai bangsa yang unggul. Allah mereka yang unggul - Allah yang esa.

B. Berbagai Perintah Allah
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=195&res=almanac

Kanaan diserang oleh orang Israel karena Allah yang memerintahkannya. Israel tidak mengambil langkah pertama atas kemauannya sendiri. Ini bukan penggenapan cita-cita perluasan yang sudah lama diidam-idamkan oleh Israel. Sebenarnya, Alkitab tidak pernah menyebutkan bahwa Israel mempunyai tentara yang tetap sebelum zaman Daud.

C. Perang Sebagai Suatu Cara Hidup
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=196&res=almanac

Perang terhadap Kanaan tidak pernah menjadi contoh yang harus dilakukan yang kemudian diikuti oleh orang Israel. Kehendak Allah bagi umat-Nya di dalam dunia pertama kalinya diuraikan di Kejadian 12:3, "Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

D. Jarahan.
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=197&res=almanac

Menjarah musuh yang telah dikalahkan adalah perbuatan yang umum dilakukan pada zaman itu dan tetap dilakukan sepanjang sejarah. Akan tetapi, Firman Allah melarang orang Israel untuk mengambil jarahan bagi diri mereka sendiri dari orang-orang yang telah ditaklukkannya. Segala sesuatu harus dipersembahkan kepada Tuhan. Perak, emas, dan bejana-bejana dari perunggu dan besi harus dimasukkan ke dalam perbendaharaan Tuhan, bukan dalam persimpanan pribadi (Yos. 6:18-19).

E. Tiada Patokan Rangkap
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=198&res=almanac

Bangsa Israel tidak dibebaskan dari menaati Firman Allah. Dalam hal ini tidak terdapat patokan rangkap. Seorang Israel bernama Akhan menyerah kepada godaan untuk mengambil sedikit jarahan dari Kanaan untuk dirinya sendiri. Sebagai akibatnya, ia dan keluarganya dikhususkan untuk dibinasakan (Yos. 7, terutama ayat 24-26). Ketika orang Israel berbuat dosa sebagai suatu bangsa, mereka dihukum - yaitu, dikalahkan oleh musuh mereka - sama seperti bangsa-bangsa lain.

F. Perbudakan.
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=199&res=almanac

Ketika orang Israel memasuki Kanaan, mereka dapat bertindak dalam tiga cara berkenaan dengan orang Kanaan. Mereka dapat membunuhnya, membuangnya, atau memperbudaknya. Kecuali dalam situasi pertempuran yang sesungguhnya, rupanya orang Israel paling sering telah memilih cara yang terakhir, karena orang Kanaan terus hidup di Palestina lama setelah Yosua meninggal dunia. Hal ini tampak dalam kisah tentang ayah mertua Salomo, firaun Mesir, yang menyerang kota Gezer di Kanaan, merebutnya dari orang Kanaan, dan memberikannya kepada putrinya sebagai hadiah pernikahan (I Raj. 9:16). Kitab Hakim-Hakim ps. 3 menyatakan bahwa orang Kanaan adalah tangan yang dibiarkan tinggal oleh Tuhan untuk mencobai orang Israel (Hak. 3:1-3).

G. Ketunasusilaan
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=200&res=almanac

Dengan tegas Alkitab menyatakan bahwa agama dan cara hidup orang Kanaan itu bersifat tunasusila. Orang Kanaan menghancurkan dirinya sendiri dengan cara hidup mereka yang berdosa. Itulah yang dimaksudkan Tuhan ketika Ia berfirman kepada Abraham, "Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori (orang Kanaan) itu belum genap" (Kej. 15:16). Allah tidak mau terlalu cepat memberikan negeri itu kepada umat-Nya. Ia akan menunggu sampai kejahatan telah memuncak.
Tuhan berkata kepada umat-Nya melalui Musa, "Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah mereka atau beribadah kepadanya, dan janganlah engkau meniru perbuatan mereka . . . Janganlah mengadakan perjanjian dengan mereka atau pun dengan allah mereka. Mereka tidak akan tetap diam di negerimu, supaya mereka jangan membuat engkau berdosa kepada-Ku, dengan beribadah kepada allah mereka, sebab tentulah hal itu menjadi jerat bagimu" (Kel. 23:24a, 32-33).

V. Sastra Ugarit
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=201&res=almanac

Apakah sastra yang ditemukan di Ugarit menguatkan apa yang dikatakan Perjanjian Lama mengenai orang Kanaan?
Marilah kita meneliti naskah-naskah dari Ugarit yang ditulis dalam tulisan cuneiform alfabetis yang unik yang dibahas di atas. Naskah-naskah ini dapat dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama terdiri atas legenda atau epik, dengan manusia sebagai tokoh utamanya. Golongan yang kedua adalah mitos yang menonjolkan perbuatan para dewa. Pertama-tama, kita hendak meneliti mitos.

A. Berbagai Mitos
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=202&res=almanac

Kebanyakan mitos Ugarit berkisar keliling Baal dan dewa-dewa lain yang berhubungan dengannya. Baal adalah dewa langit dan hujan. Dua musuh utamanya adalah Yamm (dewa laut) dan Mot (dewa kematian).

1. Daur Baal
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=203&res=almanac

Yang terpanjang dari mitos-mitos Kanaan disebut Daur Babel. Para pakar tidak sependapat tentang urutan episode-episode cerita ini yang terdapat pada sekitar selusin lempeng tanah liat. Tetapi kita dapat menerima versi umum ini:
Baal dan Yamm berperang dengan sengit. Ini bukan adu gulat di langit untuk ditonton oleh para penonton yang girang. Hasilnya adalah sangat serius bagi orang-orang yang percaya pada Baal. Apabila Baal menang, negeri itu akan subur pada tahun itu, dan para petani dan penduduk dapat bernapas dengan lebih lega. Tetapi apabila Mot menang, bencana akan menyusul - kematian dan kemandulan akan merintah. Mungkin tahun itu akan terjadi bencana belalang, atau bencana kekeringan.
Kita mengetahui dari salah satu lempeng yang pertama dalam seri ini bahwa Yamm mengutus dua utusan kepada El, kepala para dewa, untuk memohon agar Baal diberikan kepada kedua utusan tersebut. "Serahkanlah, oh, dewa-dewa, dia yang kau sembunyikan ... Serahkanlah Baal ... putra Dagon, supaya aku boleh mewarisi emasnya." menyerah dan memberikan Baal. Karena marah, Baal menyerang untuk membalas, tetapi ditahan oleh dewi Anat dan dewi Astoret. Untuk sementara, Yamm menang dari Baal.
Akan tetapi, kita melihat dari sebuah naskah lain bahwa hal yang sebaliknya terjadi. Dalam episode ini, Baal mengalahkan Yamm. Senjata Baal adalah dua pentung gaib yang diberikan oleh Kothar-wa-Khasis, dewa pertukangan dan penemu perkakas, senjata dan alat musik.
Sebuah naskah panjang dari Daur Baal memperkenalkan dewi Anat, istri Baal, kepada kita. Baal juga mempunyai tiga anak perempuan: Talliya, dewi embun; Padriya, dewi awan-awan; dan Arsiya, dewi bumi.
Anat adalah dewi perang (ia memperjuangkan maksud-maksud suaminya) dan juga dewi asmara dan sensualitas, suatu gabungan sifat-sifat yang umumnya terdapat pada dewi-dewi purba. Taktik penjagalannya terhadap musuh-musuh Baal digambarkan secara terperinci, "Anat menggembungkan hatinya dengan tawa/Hatinya dipenuhi kegirangan/Karena di tangan Anat terdapat kemenangan/Ia terjun sampai ke lutut dalam darah para prajurit/Sampai ke leher dalam darah kental pasukan-pasukan/Sampai ia kenyang." Pembantaian ini menghasilkan kesuburan untuk negeri itu. "la mengambil air dan membasuh/Dengan embun dari langit/tanah gemuk." Berkat-berkat serupa terkandung dalam perkataan Ishak kepada Yakub (atau Esau, seperti yang disangka Ishak), di Kejadian 27-28, "Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi." Berkat ini ditemukan lagi dalam perkataan Ishak kepada Esau (Kej. 27:39).
Cerita berikutnya mengisahkan bagaimana Baal mencoba membujuk Anat untuk meyakinkan El agar memberikan kepada Baal sebuah istana. Tidak ada permintaan dari Baal yang terlalu besar bagi Anat untuk dikabulkan. Ia memberi tahu Baal bahwa Baal tinggal minta saja dan ia akan memberikannya. Ia mengingatkan Baal akan segala sukses yang dicapainya pada masa lalu, "Bukankah aku telah meremukkan Yamm, kesayangan El?/Bukankah aku telah memusnahkan dewa Sungai yang besar?/Bukankah aku telah memberangus sang naga?/Juga menghancurkan ular yang berkelok-kelok/Monster dahsyat yang berkepala tujuh?/Aku telah meremukkan Mot, kesayangan dewa bumi . . . " Waktu kisah ini berakhir, Anat tampil di hadapan El serta menuntut agar ia mengindahkan permohonan Baal akan sebuah istana. Ia mengancam El dengan tindakan kekerasan jikalau ia tidak mengabulkan permohonan itu. El begitu takut pada putrinya sehingga ia bersembunyi di dalam rumahnya sendiri!
Sebuah teks lain menggambarkan sebuah pertemuan yang berbeda antara Baal dan Yamm, dengan Yamm sebagai pemenang. Tetapi dalam versi ini Baal (yang sering dilambangkan sebagai seekor lembu jantan) bersetubuh dengan seekor sapi muda sebelum pergi ke neraka agar ia mempunyai ahli waris. Rupanya orang Kanaan tidak menganggapnya salah bila mengizinkan dewa mereka melakukan hal-hal yang bersifat kebinatangan.
Naskah-naskah ini membolehkan kita untuk mengerti berbagai pertempuran besar di mitos-mitos Ugarit di antara kekuatan-kekuatan dewa kegersangan dan produktivitas, kemandulan dan kesuburan - Yamm dan Baal, Mot dan Baal. Di Perjanjian Lama terdapat banyak ayat yang mirip sekali dengan bentrokan-bentrokan di langit ini. Satu contoh adalah, "Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan, hai tangan Tuhan! ... Bukankah Engkau yang meremukkan Rahab, yang menikam naga sampai mati? Bukankah Engkau yang mengeringkan laut, air samudera raya yang hebat ... ?" (Yes. 51:9-10) atau Mazmur 74:13-14, "Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air. Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Lewiatan, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara." Kita bahkan menemukan berbagai pernyataan yang serupa di Perjanjian Baru, terutama berkaitan dengan naga merah padam yang besar yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, yang dikalahkan oleh Mikhael dan malaikat-malaikatnya (Why. 12:3-17).
Bagaimanakah kita akan menafsirkan ayat-ayat seperti ini? Apakah para penyair Israel meminjam mitos tentang bentrokan besar itu dari tetangga-tetangga Kanaannya? Mungkin tidak. Materi sastra seperti ini umum terdapat di seluruh Timur Dekat purba.
Para penulis Alkitab dengan sengaja mengacu kepada mitos-mitos yang sudah dikenal. Kelihatannya mustahil untuk menghindari kesimpulan seperti ini. Apakah artinya alusi-alusi kepada seekor naga atau Lewiatan bagi orang-orang yang mendengarkan nubuat Yesaya, kecuali mereka sudah tahu cerita-cerita tentang makhluk-makhluk tersebut? Akan tetapi, para penulis Israel tidak sekadar menyalin pemikiran orang Kanaan dalam tulisan mereka. Seandainya mereka berbuat demikian, kita dapat mengharapkan akan menemukan mitos-mitos penciptaan dari orang Kanaan di kitab-kitab Pentateukh dan di pasal-pasal pembukaan kitab Kejadian, padahal mitos-mitos itu tidak ada. Sebaliknya, binatang-binatang mitos ini muncul dalam Alkitab secara relatif pada tanggal yang kemudian, ketika Israel sudah mantap dalam kepercayaannya pada Allah yang Esa, tanpa tandingan. Yesaya dan Pemazmur tidak sedang mengesahkan mitos-mitos Kanaan sebagai kebenaran, melainkan meminjam isinya untuk dipakai sebagai perbandingan puitis guna mencanangkan kedaulatan Allah.

2. Berbagai Mitos Kesuburan
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=204&res=almanac

Dua mitos lagi dari Ugarit akan mengakhiri pembahasan kita mengenai cabang sastra ini. Mitos yang pertama mengenai perkawinan Yarih, dewa bulan, dengan Nikkal, dewi bulan dari Mesopotamia. Nikkal melahirkan seorang anak bagi Yarih. Perkataan Yarih kepada Nikkal menunjukkan bahwa kesuburan rahim dan kesuburan tanah berhubungan, "Aku akan menjadikan ladang-ladangnya itu kebun anggur/ladang cintanya kujadikan kebun buah-buahan."
Mitos kedua sering disebut "Kelahiran Allah yang Baik dan Ramah." Mitos ini mulai dengan suatu jamuan di mana tersedia anggur dengan berlimpah-limpah. Naskah ini dibagi dalam berbagai bagian, dan bagian yang kesepuluh menjadi yang terakhir dan terpenting. El baru saja mau menciptakan dua perempuan yang akan menjadi istrinya atau menjadi anak perempuannya, tergantung pada kemampuannya untuk menyuburkan mereka. Ia menciptakan kedua perempuan ini dan memperkosa mereka. Lalu keduanya menjadi hamil. Yang seorang melahirkan seorang anak yang dinamakan Fajar (Shahar), dan yang lain seorang anak yang dinamakan Petang (Shalim). Kemudian hari, El bercinta dengan perempuan-perempuan yang sama ini dan mereka berdua melahirkan tujuh anak laki-laki. Anak-anak ini adalah "ilah-ilah yang baik dan ramah." Mereka ditakdirkan menjadi dewa-dewa kesuburan, dan mula-mula disusui oleh "Sang Wanita" (Asyera, istri El?). El mengirim mereka ke padang belantara selama tujuh tahun lebih, sampai keadaan berubah menjadi lebih baik. Telah dikemukakan bahwa naskah ini berhubungan dengan upacara agama yang dimaksudkan untuk mengakhiri serangkaian tahun-tahun yang buruk dan memulai daur yang produktif untuk Ugarit.
Agama-agama kesuburan seperti agama Ugarit sangat memperhatikan perkembangbiakan di dalam negeri, di dalam hasil bumi, dan di dalam rahim. Uraian ini membantu menjelaskan tekanan mereka pada hubungan seksual.
Alkitab dan naskah-naskah Kanaan di Ugarit memakai kata qadesh dan qedesha, yang berarti "orang suci" - kata yang pertama maskulin, yang kedua feminim. Di Ugarit "orang-orang suci" ini adalah para imam homoseksual dan imam wanita yang bertindak sebagai pelacur.
Kita menemukan reaksi orang Ibrani yang keras terhadap "pelacuran yang berkaitan dengan pemujaan" ini dalam ayat-ayat seperti Imamat 19:29, "Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal," dan Ulangan 23:17, "Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti (qedesha), dan di antara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti (gadesh)." Salah satu pembaharuan Yosia adalah merobohkan petak-petak pelacuran bakti" (II Raj. 23:7).

B. Berbagai Legenda.
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=205&res=almanac

Kita hendaknya meneliti dua buah legenda penting dari Kanaan mengenai raja-raja purba. Pertama, cerita adalah Legenda Keret, yang dinamakan menurut tokoh utamanya, putra El. Keret adalah raja di Hubur, istrinya direbut dan keluarganya dibunuh. sebagian besar cerita ini berisi nasihat dari El kepada Keret tentang mana bisa mendapatkan istri yang baru. Keret disuruh pergi ke Udum (Edom?), di mana Raja Paebel mempunyai seorang putri cantik bernama Hurriya. Pencarian Keret itu berhasil. Pasangan itu menikah dengan bahagia dan memulai sebuah keluarga baru, yang memperoleh tujuh anak lelaki dan seorang anak perempuan. Kemudian hari Keret Sakit parah.
Pada saat ini, El, pemimpin para dewa, turun tangan lagi. Ia menggunakan ilmu gaib untuk memulihkan kesehatan Keret, "Aku sendiri akan melakukan sihir itu/Sungguh aku yang akan menahan tangan penyakit itu/Mengusir setan . . . " Sungguh menarik bahwa dalam menggunakan ilmu gaib, dewa itu harus menghimbau kepada suatu kuasa dari luar.
Tidak lama kemudian, seorang anak lelaki Keret, yaitu Yassib, memberontak kepada ayahnya karena kepemimpinannya yang lunak. Keret berkata, "Semoga Horon (dewa wabah dan dunia di bawah) memecahkan, 0 anakku/Semoga Horon memecahkan kepalamu/Asytoret, nama Baal, kepalamu . . . " Maka kita melihat cerita ini mulai dan berakhir dengan seorang ayah yang cemas.
Legenda kedua berbicara tentang seorang raja yang bernama Aqhat, putra Danel (kadang-kadang "Daniel," tetapi bukan Daniel dari Alkitab) dan istrinya Donatiya. Kothar-wa-Khasis (dewa pertukangan) membuat sebuah busur yang indah untuk Aqhat. Busur itu menarik perhatian Anath, dewi perang. Anath menginginkan busur itu untuk gudang senjatanya, tetapi Aqhat menolak semua tawarannya untuk memperoleh busur itu.
Anath menyuruh salah seorang pengikutnya membunuh Aqhat. Yatpan, yang mengambil rupa seekor burung rajawali.
Bapak Danel menyelamatkan jenazah Aqhat dari perut rajawali itu dan mengubur anak lelakinya. Pigat, saudara perempuan Aqhat, mendatangi Yatpan untuk membalas dendam atas kematian saudara lelakinya. Dalam pada itu, Danel memasuki masa perkabungan yang tujuh tahun lamanya untuk Aqhat. Naskah itu berakhir di sini, tetapi banyak ahli merasa bahwa mungkin masih ada lanjutan legenda ini.
Mengapa legenda ini ditulis? Tak seorang pun yang tahu dengan pasti. Cerita ini mungkin mengisyaratkan jabatan suci raja sebagai pemilik kesuburan, sebab naskah ini menyatakan bahwa setelah kematian Aqhat "Baal gagal selama tujuh tahun ... tanpa embun, tanpa hujan." Danel beberapa kali disebut mt rp' e, "penyembuh." atau "pemberi kesuburan."
Ayah Aqhat, Danel, terutama sangat menarik perhatian kita dalam legenda ini. Nabi Yehezkiel mengurangi harapan palsu umatnya akan kelepasan (14:12-23) dengan mengatakan bahwa seseorang hanya akan diselamatkan apabila ia benar. Untuk menekankan hal ini, Yehezkiel berkata, "Biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka" (Ay. 14, 16, 18, 20). Tiga ayat menyisipkan, "Mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan." Para ahli tidak mengalami kesulitan untuk menentukan jati diri Nuh dan Ayub di Alkitab. Tetapi siapa Daniel? Apakah ia Daniel yang sama yang disebut Yehezkiel di 28:3, "Memang hikmatmu (raja Tirus) melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu"? Banyak penulis telah menganjurkan bahwa Daniel yang disebut oleh Yehezkiel bukan orang yang hidup sezaman dengannya, yaitu Nabi Daniel, melainkan Danel dari legenda Kanaan. Dalam kitab Daniel, kata Daniel dieja dalam bahasa Ibrani sebagai dny'l. Akan tetapi, dalam semua ayat di Yehezkiel, Daniel dieja sebagai dn'l, tepat seperti nama Danel dieja dalam cerita Aqhat.
Apabila orang Ibrani mengetahui tentang Lewiatan orang Kanaan dan menyebutnya dalam sastra agama mereka, bukankah mereka dapat melakukan hal yang sama dengan Daniel?

VI. Rangkuman.
http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=206&res=almanac

Kita tahu bahwa orang Ibrani hidup bertetangga dengan orang Kanaan dan mengetahui gaya hidup, pandangan hidup, agama, dan sastra mereka. Banyak kali orang Ibrani menerima agama orang Kanaan. Pikirkan patung lembu jantan yang didirikan Yerobeam di Betel serta Dan (I Raj. 12:28-29); dalam naskah-naskah Ugarit. El sering kali disebut "Lembu Jantan." Atau ingat kembali betapa seringnya Alkitab merujuk kepada benda-benda Kanaan seperti Asyera (tugu berhala) atau Asyerim (tiang berhala) (Kel. 34:13; Ul. 7:5; 12:3; 16:21; Hab. 6:25; I Raj. 14:15; dll.)
Sebagian besar dari peringatan keras para nabi merupakan reaksi terhadap orang Kanaan. Adakalanya orang Ibrani meminjam dengan leluasa dari orang Kanaan.
Dari bidang-bidang manakah dalam kehidupan orang Kanaan mereka pinjam? Tentu saja dari arsitektur mereka dan teknik-teknik kesusastraan mereka. Sebagian besar pengetahuan kita tentang puisi Ibrani (teristimewa kitab Mazmur dan Amsal) diperoleh dari naskah-naskah puisi yang berharga yang ditemukan di Ugarit. (Lihat "Puisi.") Bahkan orang Ibrani mengacu kepada bahasa mereka sebagai "bahasa Kanaan" (Yes. 19:18).
Akan tetapi, jarang sekali materi yang mereka pinjam itu bersifat agama. Untuk setia kepada Allahnya, Israel harus menjauhi diri dari para tetangga kafirnya. Israel tidak berani bermain-main dengan hal-hal yang dianggap menjijikkan dan tidak diterima oleh Allah. Yahweh dan para juru bicara-Nya menantang Israel untuk hidup di atas kebudayaan-kebudayaan yang ada di sekitarnya, untuk memisahkan diri darinya, serta menjadi saksi dan tantangan bagi mereka.


 
  
 
      

Tidak ada komentar: