Jumat, 30 Desember 2011

HARUS DIUSUT TUNTAS


HARUS DIUSUT TUNTAS


Seorang pendeta hendak diurapi menjadi pendeta penuh, tiba-tiba di hari-H-nya dibatalkan. Padahal acara pengurapan itu sudah dipersiapkan sedemikian rupa, sudah diumumkan ke mana-mana, dan sudah pasti itu menyangkut anggaran konferens juga. Apakah nggak mikir, jika organisasi sebesar Advent bisa membuat suatu acara yang amburadul macam begitu itu?! Mohon dipikirkan; jadilah besar dengan mengecilkan kesalahan.

Ternyata pendeta itu setahun yang lalu tersangkut kasus penggelapan dana pembangunan gereja sebesar 700 juta. Donaturnya kebetulan anggota Excom yang ketika acara rapat pengurapan tidak hadir. Pertanyaannya: Mengapa sang donatur tidak menghadiri rapat itu? Selain alasan kesibukan, bisa diduga perutnya mual-mual karena rapat itu rapatnya badut-badut Advent. Bagaimana tidak mual jika kasus itu sudah dilaporkan ke organisasi setahun yang lalu namun hingga sekarang tidak ada penanganannya, tapi pendeta yang tersangkut kasus yang mencoreng organisasi bisa hendak diacarakan diurapi? Karena itu logislah kalau sang donatur itu tidak menghadirinya, tapi ketika tahu rapat itu memutuskan pendeta tersebut diurapi lalu dia hadang sehingga acara tersebut batal secara mendadak. Logis itu. Saya ada di pihak donatur itu. Itu adalah suatu tamparan buat RAPAT gendeng itu. Bagaimana pendeta tidak benar bisa diusulkan menjadi pendeta dan itu disepakati oleh rapat? - Bravo buat Sang Donatur. Langkah anda sempurna sekali. 

Sekarang anda saya ajak mikir; kalau anda mengenal karakter Advent, anda pasti mengerutkan kening jika ada pendeta yang jelas-jelas bersalah bisa lenggang-lenggang kangkung seperti malaikat yang suci? Ini tidak mungkin terjadi di Advent. Sebab jika seseorang tersandung suatu masalah, masalah kecil saja, dia pasti akan langsung ditendang. Bukan oleh sebab Advent ini suci, tapi oleh sebab di Advent ini sudah padat penduduknya sehingga harus saling sikut-menyikut dan tendang-menendang antara sesama pendeta. Begitulah mereka baru bisa hidup, yaitu jika kawannya mati. Karena itu nggak logis jika dengan kesalahan yang begitu besar - 700 juta, pendeta tersebut bisa tenang-tenang saja, bahkan kariernya bisa begitu cemerlang. Nggak logis itu. Itu baru logis jika uang tersebut dibagi-bagi dengan para dewa - atasannya. Sehingga itulah sebabnya para dewa menutup mata terhadap dosa-dosa pendeta itu, bahkan untuk menyucikannya pendeta itu harus segera diurapi. Itulah cara membersihkan nama baik pendeta tersebut karena uangnya nggak dimakan sendirian. 

Bisa membaca? - Mari kita usut tuntas masalah ini ke jalur hukum saja. Sudah waktunya kita bersih-bersih selokan.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

AZAS PRADUGA TAK BERSALAH

Sekalipun ketika si pendeta penerima uang 700 juta itu menerima uang disaksikan oleh seorang pejabat pusat[GC], sehingga terhadap pendeta itu sudah bisa diduga positif bersalah, namun saya masih melihat peluang untuk mengenakan azas praduga tak bersalah. Bahkan praduga tak bersalahnya lebih besar dari pada diduga bersalahnya. Mari kita pergunakan logika yang paling sehat.

Suatu tradisi di Advent adalah para pendeta itu tunduk dan patuh kepada Konferens kalau tidak boleh disebut sebagai penyembah-nyembahnya. Karena itu jika ada suatu peristiwa, terlebih peristiwa yang "besar" seperti sumbangan sebanyak 700 juta itu, tidak mungkin jika pendeta itu TIDAK MENYERAHKAN SELURUHNYA kepada Konferens. Lebih-lebih peristiwa besar itu disaksikan oleh pejabat pusat, maka semakin kecillah nyali pendeta itu untuk tidak melaporkannya kepada Konferens. Pendeta itu malah akan dipersalahkan jika tidak melaporkan kepada Lurahnya. Sebab Lurah itu perlu mengetahui hingga hal sekecil-kecilnya tentang segala langkah anak buahnya. Bahkan istilah kerennya, ketika mereka makanpun harus dituliskan dalam laporan Daily Report mereka. Karena itu jika pendeta itu memang berniat menguasai uang tersebut, maka langkah yang akan ditempuhnya adalah melarikan diri alias MINGGAT. Tidak mungkin pendeta itu bisa tenang-tenang seperti malaikat yang tak bersalah apa-apa. Tapi pendeta itu bisa tenang-tenang seperti malaikat adalah karena merasa tidak bersalah sama sekali. Dia merasa sebagai pendeta yang baik, benar dan jujur, bahwa segala permasalahan tentang sumbangan itu sudah dia serahkan kepada atasannya; Konferens. Dia tidak merasa menikmati serupiahpun. Itulah sebabnya pendeta itu gembira jika dia dianugerahi pengurapan kependetaannya, sebab dia merasa pantas untuk menerimanya sebab tidak ada noda dalam tabiatnya. Jadi, kita jangan tergesa-gesa melemparkan tuduhan ke atas kepalanya. Masih belum tentu itu.

Nah, jika duit itu benar ada di tangan Konferens, ini baru masuk akal. Akal kita bisa dilegakan soalnya masuk akal. Sebab Konferens itu bak raja yang tak mungkin terjamah hukum. Seluruh masyarakat Advent, baik pendeta maupun jemaat akan segan mengusut seluk-beluk para dewata itu. Jadi, pendeta itu harus kita interograsi kepada siapa duit itu dia serahkan? Tikuskah?

Mudah-mudahan tulisan ini bisa mencerahkan anda.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

POSISI JEMAAT DI EXCOM

Saya mohon maaf kalau lupa dengan singkatan Excom itu apa, tapi yang jelas lembaga Excom ini merupakan lembaga yang dimaksudkan untuk mengontrol kinerja organisasi, seperti DPR terhadap pemerintah. Tapi apakah Excom ini memiliki posisi yang menentukan, mari kita cermati dengan kecerdikan Ular, bukan dengan kebodohan kerbau, bahwa anggota Excom itu terdiri dari:



a. 13 orang anggota awam

b. 6 pendeta yang mendapatkan makanan dari organisasi.

c. 15 orang officer

d. 1 kepala sekolah dan 1 penginjil literatur[bukan penginjil YESUS KRISTUS], yang

     mendapatkan oksigen untuk nafas hidup mereka dari organisasi.

Coba bayangkan komposisinya, apakah itu adil dan bijaksana jika 13 orang harus berhadapan dengan nomor b, c dan d = 24 orang yang pasti akan memberikan suara buat kepentingan organisasi. 24 dibanding dengan 13, unggul mana? Itulah sebabnya Excom ini adalah lembaga badut yang nggak perlu ada. Karena itu buyarkanlah segala macam bentuk lelucon yang nggak lucu. Biarkanlah gereja Advent ini dirampok habis-habisan oleh Farisi-farisi itu. Sebab suara jemaat sudah nggak bakalan bisa mempengaruhi keputusan organisasi. Organisasi akan berjalan kayak kereta api yang ndableg/bebal.



BUBARKAN EXCOM. EXCOM HANYA BUANG-BUANG DUIT SAJA. EXCOM ITU BADUT.

BENER NGGAK KALAU EXCOM ITU HANYA DAGELAN? KARENA ITU BUYARKAN SAJA EXCOM. SEKALI LAGI: BUYARKANLAH EXCOM KALAU KAMU PINTER.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

MILIS KONFERENS LANGSUNG SEPI

Kelihatannya tulisan saya tepat mengenai sasarannya. Milis konferens mendadak sepi kayak kuburan. Sekarang orang sudah mulai berpikir, bahwa sekalipun pendeta itu yang terima duit, namun belum tentu dia bersalah. Baik dihadapan TUHAN maupun dihadapan prosedur standart organisasi. Sebab duit itu tidak mungkin berhenti di tangannya, melainkan berjalan ke terminalnya, yaitu: Konferens.

Donatur itu memberikan kepada pendeta yang memimpin jemaatnya. Itu benar. Tapi berdasarkan prosedur organisasi, pendeta itu tidak berhak menahan uang itu barang semenitpun, melainkan harus segera dilimpahkan ke Konferens. Kecuali pendeta itu pingin kaya mendadak, maka dia langsung akan melarikan diri alias: minggat. Tapi kenyataannya pendeta itu tidak minggat malah tenang-tenang saja. Karena itu kini mata kita harus fokus ke Konferens. Setidaknya sang Ketua Konferens tidak mungkin bisa berkilah: "Saya tidak tahu." Sebab seperti halnya pendeta itu menyerahkan laporan kepada atasannya, direktur kependetaan, maka sang direktur itu juga akan menyerahkannya kepada sang Ketua, kecuali sang direktur itu pengkhianat terhadap sang Ketua. Nah, anda pasti mengenal siapa direktur kependetaan saat itu. Macam apakah kira-kira orangnya? Beranikah seorang direktur bertanya-tanya sesuatu kepada bossnya? Jawablah: Beranikah seorang direktur mempertanyakan kelanjutan uang 700 juta itu kepada sang Ketua?

Jadi, siapakah yang mesti bertanggungjawab atas masalah ini? YOU KNOW THAT?! Sudah tidak adakah dari kelompok 95% yang termasuk kelompok binasa ini yang sadar, melek dan bertobat? Haruskah anda binasa bersama-sama? Jika ada yang takut dikutuk TUHAN oleh sebab melawan orang yang diurapi TUHAN, biarlah kutuk itu saya yang tanggung. Sebab saya percaya bahwa TUHAN saya bukan TUHAN yang awur-awuran, yang mengurapi orang-orang yang seharusnya dimurkaiNYA. Silahkan anda tumpangkan tangan anda ke kepala saya dan berdoalah supaya jika ada kutuk, biarlah itu dialamatkan ke saya. Karena itu saya ajak anda: Mari kita tuntaskan masalah yang mengganggu ini bersama saya. Mari tinggalkanlah masyarakat yang hendak dimuntahkan dari mulut YESUS itu. Mari kita berhadapan antara 5% dengan 95% sebagai lawan, bukan sebagai kawan.

Siapakah yang berdiri di pihak TUHAN, datanglah kepada saya. Sebab TUHAN ada bersama saya.

Tidak ada komentar: